Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, 4 Meninggal
SR, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Insiden tersebut mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 79 lainnya mengalami luka-luka, berdasarkan data sementara hingga pukul 02.00 WIB.
Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
KAI memastikan bahwa prioritas utama dalam penanganan adalah keselamatan dan kondisi para korban, termasuk percepatan proses evakuasi di lokasi kejadian.
Bobby Rasyidin Direktur Utama KAI menegaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara optimal.
“Kami memastikan seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka, telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Fokus kami saat ini adalah percepatan evakuasi dan keselamatan seluruh penumpang,” ujar Bobby dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan RI menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami mengerahkan seluruh sumber daya untuk proses evakuasi dan penanganan korban. Untuk penyebab kejadian, kami serahkan kepada KNKT agar dapat diinvestigasi secara menyeluruh,” katanya.
KAI juga memastikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Penanganan saat ini difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak dalam insiden tersebut.
Anne Purba Vice President Corporate Communication KAI turut menyampaikan belasungkawa serta permohonan maaf kepada para pelanggan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini dan memohon maaf kepada seluruh pelanggan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dalam proses penanganan, KAI bekerja sama dengan Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis guna memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
Seiring dengan proses evakuasi, KAI juga melakukan penyesuaian operasional perjalanan kereta api.
Jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah kembali dapat dilalui sejak pukul 01.04 WIB, sementara jalur hulu masih dalam tahap penanganan.
Untuk membantu keluarga korban, KAI telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan diberikan kebijakan pengembalian tiket secara penuh yang dapat diajukan hingga 7 hari ke depan.
KAI menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi kejadian. (*/red)
Tags: ka bromo anggrek, krl, stasiun bekasi timur, superradio.id, tabrakan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





