Kelompok Disabilitas Dilibatkan Aktif dalam Penanggulangan Bencana

Rudy Hartono - 26 June 2024
Peresmian pembentukan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana.(sumber:rri)

SR, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) menggandeng Siap Siaga (SS), secara resmi meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) Provinsi Jawa Timur.

Pembentukan ULD-PB ini sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam penanggulangan bencana secara menyeluruh. Yang mana turut melibatkan kelompok disabilitas dalam setiap tanggap bencana.

Hadir pada peluncuran ini, Asisten 1 Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Benny Sampirwanto, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, dari perwakilan Siap Siaga, serta kawan kawan dari penyandang disabilitas.

“Biasanya disebut kalangan rentan, ketika terjadi bencana tidak terpikirkan, tetapi Jatim secara teknis ditangani BPBD udah ada ide, sudah ada program yang luar biasa,” ujar Benny, Selasa (25/6/2024).

Benny berharap, unit ini akan memberikan literasi, pendidikan dan sebagainya kepada penyandang disabilitas, jika terjadi bencana. Sebagaimana pengarusutamaan gender, sehingga ada kesetaraan terhadap penyandang disabilitas ini.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menyampaikan terima kasih atas dukungan Siap Siaga, yang merupakan partnership Pemerintah Australia dengan Indonesia, sehingga terwujud ULD-PB Jatim ini.

“Langkah selanjutnya, kita tahu potensi ancaman bencana di Jawa Timur itu ada 14 ancaman. Dari 14 ancaman tersebut, yang akan terdampak, bukan hanya kita masyarakat normal, tapi termasuk teman teman difabel,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, lanjut Gatot, kelompok penyandang disabilitas ini harus difasilitasi dengan memberikan pelayanan berupa pelatihan, fasilitas, dan lain sebagainya.

“Inilah tugas dari ULD kedepannya. Teman teman difabel diberikan pelatihan untuk penanganan bencana, sosialisasi pencegahan bencana juga,” tambahnya.

Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Jatim, Saiful Anam menyambut baik pembentukan ULD-PB Pemprov Jatim ini. Selama ini, kelompok disabilitas belum dilibatkan dalam proses penanggulangan bencana.

“Penyandang disabilitas banyak yang terabaikan atau tertinggal ketika terjadi bencana. Nah ini kawan kawan dari penyandang disabilitas, terlibat dalam pembentukan ULD,” tuturnya.

Ia berharap kedepan, penanggulangan bencana ini harus melibatkan disabilitas. Jadi harus terbangun paradigma baru, bahwa penyandang disabilitas bukan objek penanggulangan bencana, tetapi subjek, dalam penanggulangan bencana.

“Sehingga dilibatkan secara aktif, dan ini sesuai dengan amanah undang undang No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” katanya.​ (*/rri/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.