Karhutla Arjuno-Welirang Meluas hingga 736 Hektare
SR, Surabaya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, meluas hingga 736,8 hektare. Meski tidak lagi terpantau kepulan asap, tim gabungan masih menyisir sejumlah wilayah untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Karhutla terjadi di kawasan Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, sejak Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim), hingga Kamis (22/10/2026), tidak ditemukan kepulan asap di kawasan tersebut.
“Berdasarkan pemantauan tim gabungan di lokasi saat ini tidak terpantau kepulan asap di wilayah Gunung Arjuno-Welirang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, tim gabungan masih melakukan penyisiran di empat wilayah, yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Mojokerto. Petugas juga bersiaga untuk melakukan pemadaman apabila kembali ditemukan titik api. “Tim gabungan dari Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo melakukan pemantauan titik api dari sisi Prigen Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.
Satriyo memastikan belum ada warga yang terdampak karhutla. Api juga tidak merambat ke permukiman karena titik api terpantau berada di punggung gunung yang sulit dijangkau petugas.
“Lokasi titik api sering kali berada di ketinggian atau punggungan gunung yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor. Tim gabungan harus berjalan kaki mendaki dan pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual,” ungkapnya.
Sebelumnya, karhutla di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di Gunung Arjuno-Welirang, menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, sebanyak 493 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan karhutla pada 13-19 Oktober 2026.
Pemadaman dilakukan di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Sebagian besar titik karhutla di Jawa Timur berada di medan terjal dengan akses yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman secara manual melalui jalur darat. Untuk memaksimalkan penanganan, Khofifah mengajukan bantuan helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing).
“Kita sudah mengkomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing, saya rasa kalau ada water bombing kita bisa lebih efektif dan tentu hujan,” kata Khofifah. (*/red)
Tags: arjuno, belum padam, karhutla, pasuruan, superradio.id, Welirang
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





