Jelang New Normal, Ini Persiapan Museum Mpu Tantular

Yovie Wicaksono - 9 June 2020
Museum Mpu Tantular. Foto : (Istimewa)

SR, Sidoarjo – Museum Mpu Tantular saat ini sedang mempersiapkan berbagai hal jelang buka di masa new normal. Sebelumnya, museum ditutup sementara sejak 17 Maret 2020 guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Kami sedang mempersiapkan konsep new normal (kenormalan baru), Standard Operating Procedure (SOP), sarana prasarana, dan sistem baru dalam mempersiapkan rencana museum buka kembali,” ujar Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Edi Irianto, Selasa (9/6/2020).

Ia mengatakan, untuk berbagai kegiatan yang melibatkan publik, sementara waktu akan diubah menjadi sistem daring, seperti kegiatan lomba dan seminar.

Koleksi yang terkait dengan augmented reality dan virtual museum sendiri sudah mulai diadakan sebelum mewabahnya virus corona (Covid-19), namun hal tersebut belum sempat berjalan.

“Karena anggaran dari daerah sudah habis ditarik provinsi untuk pemberantasan corona, anggaran dari pusat juga dikurangi dan sisanya belum turun sehingga kegiatan untuk publik belum jalan. Nanti kalau turun kegiatannya sistemnya diubah ke online atau virtual,” ujarnya.

“Untuk kunjungan ke museum bisa virtual. Sedangkan kunjungan langsung harus dibatasi jumlahnya. Pengunjung juga harus bermasker, mencuci tangan dan jaga jarak,” imbuhnya.

Terkait kapan museum akan kembali dibuka, pihaknya hingga saat ini sedang menunggu instruksi lebih lanjut.

Selama penutupan sementara dalam rangka mencegah penyebaran virus corona ini, pihak museum terus melakukan berbagai pemeliharaan koleksi dan lingkungan museum.

Sekedar informasi, Museum Mpu Tantular yang berada di Jalan Raya Buduran (sebelah barat jembatan layang Buduran) Sidoarjo ini, berdasarkan daftar jumlah koleksi tahun 2019 memiliki 15.611 koleksi yang digolongkan menjadi 10 jenis koleksi, yakni koleksi Geologika (395 koleksi), Biologika (81), Etnografika (5.390), Arkeologika (2.393), Historika (740), Numismatika (5.333), Filologika (323), Keramologika (632), Seni Rupa (160), dan Teknologika (164).

Adapun koleksi yang dipamerkan di ruang pameran tetap museum terdiri dari koleksi yang berasal dari zaman Prasejarah, Klasik (Hindu-Budha), zaman Islam, Kolonial, dan zaman Modern, termasuk di dalamnya koleksi IPTEK.

Selain memamerkan koleksi di ruang pameran tetap, museum juga melaksanakan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif-kultural, diantaranya pameran keliling, program museum masuk sekolah, ceramah atau seminar, lomba, festival, peragaan atau pergelaran koleksi, pemutaran film serta bimbingan khusus karya tulis bagi pelajar dan mahasiswa.

Edi Irianto mengatakan, sebelum adanya Covid-19, rata-rata jumlah pengunjung museum per hari sebanyak 600 orang.

“Terbanyak bisa sampai 2000 orang lebih. Biasanya museum ramai pengunjung setelah masa ulangan sebelum liburan sekolah,” ujarnya.

Dalam situasi normal, Museum Mpu Tantular dibuka untuk umum mulai Selasa sampai Kamis pada 08.00 – 15.30, Jumat pada 08.00 – 14.30, Sabtu pada 08.00 – 13.30, dan Minggu pada 08.00 – 14.00. Museum tutup pada hari Senin dan hari libur nasional. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.