Interaksi dengan Penyandang Disabilitas Diperlukan Lebih dari Sekadar Niat Baik
SR, Surabaya – Bayangkan Anda sedang berjalan di pusat perbelanjaan, dan melihat seseorang yang menggunakan tongkat untuk berjalan. Secara refleks, Anda ingin membantu. Tapi… apakah Anda langsung memegang lengannya tanpa izin?
Seringkali, keinginan membantu datang dari tempat yang tulus. Namun niat baik saja tidak cukup, bisa jadi justru melukai jika tidak disertai pemahaman dan empati.
Penyandang disabilitas, baik yang terlihat secara fisik maupun tidak, memiliki hak atas ruang, kemandirian, dan kenyamanan yang sama. Memberi bantuan tanpa bertanya terlebih dahulu, menatap terlalu lama, atau bahkan menghindar karena tak tahu harus bersikap apa, semua itu bisa jadi bentuk ketidaksadaran yang menyakitkan.
Menurut laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, www.kemdikbud.go.id, etika dasar saat berinteraksi dengan penyandang disabilitas adalah: bertanya sebelum membantu, berbicara langsung kepada mereka (bukan kepada pendamping), dan menghormati alat bantu yang mereka gunakan.
Hal-hal sederhana seperti menyebutkan nama saat menyapa teman tunanetra, atau memastikan ada ruang cukup bagi pengguna kursi roda di tempat umum, itu bukan belas kasihan, tapi bentuk kesetaraan.
Namun kenyataannya, pelanggaran etika ini sering terjadi, bahkan tanpa disadari. Beberapa penyandang disabilitas mengaku merasa “terlihat tapi tak dianggap”, maksudnya, diperhatikan saat membutuhkan bantuan fisik, tapi diabaikan pendapatnya dalam diskusi atau keputusan.
Di ruang publik, seringkali mereka menjadi obyek, bukan subyek. Padahal yang dibutuhkan adalah pengakuan sebagai individu yang utuh, dengan suara dan pilihan yang layak dihargai.
Indonesia menuju masyarakat inklusif bukan hanya soal pembangunan infrastruktur ramah disabilitas, tapi juga sikap ramah dalam interaksi sehari-hari. Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan bukan hanya niat baik, tetapi tindakan yang menghargai dan memahami. (*/red)
Tags: disabilitas, etika, membantu, niat baik, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





