Riset Sangat Sedikit, Kemiskinan Disabilitas Lepas dari Perhatian Dunia
\SR, Surabaya- Meskipun data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa sekitar 80% penyandang disabilitas di seluruh dunia hidup dalam kemiskinan, isu krusial ini ternyata hampir “tak terlihat” dalam diskusi akademik global.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan adanya jurang yang sangat lebar antara realitas di lapangan dengan fokus penelitian ilmiah yang ada saat ini. Berdasarkan jurnal bertajuk “Poverty of Disabled People through Disability Studies and Ability Studies Lenses” ditemukan fakta mengejutkan bahwa dari sekitar 500.000 abstrak penelitian yang membahas kemiskinan secara umum, hanya 0,86% yang menyebutkan tentang penyandang disabilitas.
Hal ini menandakan bahwa kelompok yang paling terdampak oleh kemiskinan justru paling jarang dipelajari, sehingga suara dan kebutuhan unik mereka sering terabaikan dalam perumusan kebijakan.
Penyandang disabilitas menghadapi tantangan ekonomi yang jauh lebih kompleks dibandingkan kelompok lainnya. Mereka sering kali terjebak dalam lingkaran setan akibat biaya hidup harian yang lebih tinggi untuk aksesibilitas, namun di saat yang sama memiliki peluang yang sangat terbatas untuk masuk ke pasar tenaga kerja karena adanya diskriminasi sistemik.
Berdasarkan jurnal tersebut, jika para peneliti dan pembuat kebijakan tidak segera mengisi celah data ini, target global untuk menghapus kemiskinan ekstrem pada tahun 2030 diprediksi tidak akan pernah tercapai.
Ketidakhadiran data riset yang mendalam bukan sekadar masalah akademik, melainkan bentuk pengabaian sistematis yang membuat penyandang disabilitas semakin rentan, terutama saat menghadapi krisis seperti perubahan iklim atau perkembangan teknologi yang tidak inklusif. Tanpa riset yang kuat, upaya pengentasan kemiskinan hanya akan menjadi slogan tanpa aksi nyata yang mampu menyentuh akar permasalahan ekonomi penyandang disabilitas. (*/dv/red)
Tags: disabilitas, kemiskinan, riset, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





