Indospring Tbk Berdayakan Pemuda Gresik Rintis  Ternak Ayam

Rudy Hartono - 30 September 2026
Kepala Desa Sukorejo, Fathkurahman (kiri) bersama Industrial Relations & General Affair (IR & GA) Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy (kanan) di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Selasa (29/9/2026).

SR, Gresik – PT Indospring Tbk meluncurkan program percontohan budidaya ayam petelur berbasis pemberdayaan pemuda.

Kegiatan tersebut digelar di Desa Sukorejo dan Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Selasa (29/9/2026) pagi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung ketahanan pangan dan percepatan penanganan stunting.

Pada tahap awal, bantuan diserahkan pukul 10.00 WIB. Masing-masing desa mendapat 10 ekor ayam petelur, fasilitas kandang, serta pasokan pakan.

Industrial Relations & General Affair (IR & GA) Manager PT Indospring Tbk, Dias Pipit Chusairy, mewakili Direktur Perusahaan Bob Budiono.

Ia menegaskan, program percontohan ini merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang bagi pemuda desa.

“Program ini bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan investasi sosial untuk menggerakkan potensi pemuda desa agar mandiri secara ekonomi dan memicu lahirnya wirausaha baru di tingkat lokal,” ujar Dias, sapaan akrabnya.

Tidak hanya berdampak pada aspek finansial warga, program budidaya ayam petelur ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung percepatan penanganan tengkes (stunting) di kawasan Kebomas.

“Akses terhadap protein berkualitas diharapkan menjadi lebih mudah sehingga dapat mendukung program percepatan penanganan tengkes (stunting) di Pojok Sukorejo dan Segoromadu,” kata Dias.

Pemerintah desa setempat menyambut positif langkah strategis PT Indospring Tbk. Kepala Desa Sukorejo, Fathkurahman, menilai program ini memberikan nilai ekonomis yang dapat dirasakan langsung oleh warganya.

“Langkah ini sangat bernilai bagi warga kami. Jika seluruh sektor industri memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan sekitar, kesejahteraan masyarakat tentu akan tercipta lebih cepat dan merata,” tutur Fathkurahman.

Melalui sinergi antara perusahaan dan pemuda desa, kolaborasi berkelanjutan diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas di Kabupaten Gresik. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.