Idul Adha, DKPP Surabaya Bentuk Tim Khusus

Yovie Wicaksono - 13 July 2021
Proses pengemasan daging Kurban Online BAZNAS yang akan di distribusikan ke 229 desa, 54 kabupaten atau kota dari 24 provinsi di Indonesia. Foto : (BAZNAS)

SR, Surabaya – Meski pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, masih di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, tetap akan membentuk tim pemeriksaan hewan kurban dan tim pemeriksaan daging setelah dilakukan pemotongan.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Yuniarto Herlambang mengatakan, tim ini akan melakukan pemeriksaan hewan kurban di seluruh wilayah.

“Sasaran pemeriksaan adalah pedagang hewan kurban. Kami akan cek di seluruh wilayah Kota Surabaya. Bahkan setelah hewannya datang nanti kami cek kesehatannya, baik itu sapi maupun kambing,” ujar Yuniarto, Selasa (13/7/2021).

Ditambahkan, para petugas ini nantinya akan membantu penjual. Hewan kurban yang diketahui memiliki kondisi sakit langsung diberikan vitamin.

“Perbedaan Idul Kurban ditengah pandemi terletak pada protokol kesehatan, antara penjual dan pembeli. Ini yang nanti jangan sampai ada kerumunan,” tandasnya.

“Apalagi sudah ada surat edaran dari Wali Kota Surabaya, kami juga sampaikan ke pedagang atau pembeli agar tidak berkerumun. Mulai dari pembelian sampai pembagian daging juga jangan sampai menciptakan keramaian,” imbuhnya.

Yuniarto menjelaskan, pelaksanaan penyembelihan kurban, sesuai surat edaran bisa dilakukan di Rumah Potong Hewan dan masyarakat setempat.

Khusus masyarakat, dihimbau untuk tidak mengambil sendiri daging kurban yang telah disediakan oleh panitia.

“Pendistribusian daging dilakukan oleh panitia masjid atau musholla. Bukan Masyarakat sendiri yang mengambil. Pemotongan hewan dilakukan dengan memenuhi ketentuan. Yaitu, menerapkan jaga jarak, penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berqurban. Serta kebersihan alat alatnya,” pungkas Yuniarto. (ng/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.