Hoaks dan Disinformasi di Tengah Pandemi Corona

Yovie Wicaksono - 19 May 2020
Ilustrasi

SR, Surabaya – Banyak beredar informasi dan berita palsu (hoax) oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab di dunia maya, terlebih terkait dengan virus corona (Covid-19).

Jika tidak berhati-hati dan teliti, seringkali masyarakat mudah termakan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu. Adapun beberapa hoax maupun disinformasi yang berhasil kami rangkum diantaranya adalah ;

1. Manager Giant Ekstra Meninggal karena Covid-19

Penjelasan :

Beredar pesan berantai di media sosial WhatsApp sebuah informasi yang menyatakan Manager Giant Ekstra telah meninggal dunia karena Covid-19. Pesan berantai tersebut beredar pada tanggal 18 Mei 2020.

Terkait hal ini yang bersangkutan yakni Division Manager Giant Ekstra Banjarmasin, Endra mengatakan dirinya dalam keadaan baik-baik saja. Pesan yang beredar tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

Endra menegaskan dirinya sudah koordinasi dengan manajemen untuk memperkarakan kasus ini agar pelakunya jera dan tidak ada lagi hoaks yang tersebar.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter:

https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/05/18/diisukan-meninggal-karena-covid-19-manager-giant-ekstra-hoax-saya-masih-sehat

 

2. Pemerintah Gelar Konser yang Langgar PSBB dan Menyinggung Umat Islam

Penjelasan :

Beredar sebuah artikel dari media daring disertai unggahan berbagai narasi di media sosial terkait adanya Konser Amal yang dibuka oleh Presiden Joko widodo pada 17 Mei 2020.

Dalam narasi yang beredar Konser itu diklaim melanggar Social Distancing saat penerapan PSBB dan juga menyinggung umat islam yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.  Unggahan itu juga disertai foto Presiden Joko Widodo yang tampak sedang berswafoto dengan sejumlah orang di sebuah konser.

Faktanya klaim-klaim dalam narasi tersebut adalah tidak tepat. Berdasarkan hasil penelusuran, pada tanggal 17 Mei 2020 detik.com bekerjasama dengan berbagai pihak memang mengadakan Konser Amal bertajuk “Bersatu Lawan Corona” yang ditujukan untuk penggalangan dana guna membantu korban COVID-19 di seluruh Indonesia.

Akan tetapi konser tersebut digelar secara virtual  live di detik.com pada Minggu, 17 Mei 2020, pukul 19.30 – 21.30 WIB. Adapun Presiden Joko Widodo membuka konser tersebut juga secara virtual melalui video teleconference.

Saat membuka konser amal tersebut Presiden Joko Widodo memberikan pesan agar  masyarakat menjaga kesehatan masing-masing dan bersatu melawan Corona. Dengan demikian, tuduhan yang menyebut bahwa Konser tersebut melanggar Social Distancing dalam aturan PSBB dan menyinggung umat islam adalah tuduhan yang tidak berdasar.

Konser amal tersebut tidak digelar di lapangan yang mendatangkan banyak orang, melainkan berkonsep konser virtual. Sementara terkait foto yang dilampirkan pada media daring adalah foto lama yakni foto saat Presiden Joko Widodo  menghadiri Festival Musik Synchronize Fest pada Oktober 2017.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter:

https://news.detik.com/berita/d-5018561/jokowi-di-konser-amal-virtual-corona-tunjukkan-dunia-kita-mampu-hadapi-pandemi

https://bisniswisata.co.id/festival-musik-synchronize-dikejutkan-kehadiran-presiden-jokowi/

 

3. Menhub Budi Karya Kembali Positif Covid-19 Setelah Dinyatakan Sembuh

Beredar informasi bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali positif virus corona baru (Covid-19) setelah sebelumnya dinyatakan sembuh. Kabar tersebut dimuat dalam artikel yang berjudul “15 Hari Sembuh, Menhub Budi Karya Kembali Dinyatakan Positif Covid-19”.

Dilansir dari liputan6.com,  bahwa kabar Menhub Budi Karya kembali positif Covid-19 hal tersebut  tidak benar. Setelah menjalani perawatan di RSPAD, pada 27 April 2020 Menhub Budi Karya dinyatakan sembuh oleh dokter Budi Sulistya yang juga Wakil Kepala RSPAD.

Hal tersebut juga dipertegas oleh Juru bicara Kemenhub, Adita Irawati. Ia mengatakan bahwa Budi Karya dinyatakan negatif Covid-19 pada 27 April 2020, dan telah kembali bekerja setelah sembuh dari Covid-19. Pada tanggal 27 April 2020 Menhub Budi Karya dinyatakan sembuh oleh dokter Budi Sulistya, Sp THT, Wakil Kepala RSPAD.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4256629/cek-fakta-tidak-benar-menhub-budi-karya-kembali-positif-covid-19-setelah-dinyatakan-sembuh?

https://nasional.kompas.com/read/2020/05/16/20155761/penjelasan-kemenhub-soal-kabar-budi-karya-positif-covid-19-dua-kali?

 

4. Badai Panas Equinox akan Terjadi di Indonesia pada Mei 2020

Penjelasan :

Beredar informasi di media sosial yang menyebut bahwa akan terjadi badai panas Equinox di Indonesia. Sebuah postingan turut menyebut mulai 5 hari kedepan sejak tanggal 17/05/2020 suhu rata-rata di seluruh Indonesia akan mencapai 41 derajat celcius dikarenakan matahari akan tepat melintasi garis Equator (khatulistiwa).

Masyarakat Indonesia diminta tetap tinggal di rumah karena jika berada dan beraktifitas diluar rumah tanpa sadar akan mudah terserang dehidrasi yang luar biasa.

Faktanya  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah isu peringatan badai panas saat fenomena equinox terjadi di Indonesia. BMKG menyatakan, suhu maksimum di wilayah Indonesia masih cukup normal berkisar antara 31-36 derajat celcius sepanjang Mei 2020.

BMKG juga meminta masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari fenomena Equinox. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas pada siang hari terlebih bagi yang sedang menjalankan puasa.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://republika.co.id/berita/qahxb7428/bmkg-isu-badai-panas-equinox-di-indonesia-hoaks

 

5. Paru-paru Pasien Covid 19 yang Sembuh akan Tetap Rusak

Penjelasan :

Beredar postingan di media sosial Instagram dengan narasi  “Meskipun kelak telah ditemukan obat khusus Covid-19, itu hanyalah penyambung sisa nyawa Anda. Sekalipun anda berhasil disembuhkan, nyawa anda tinggal separuh, paru-paru anda tetap sudah rusak akibat Covid-19. Hilangkan rasa congkak dalam diri anda dalam perang melawan epidemi ini”.

Faktanya, komunitas studi mikrososial Sanglah Institute dalam unggahan akun Instagram mereka pada 22 Maret telah mengakui konten terkait dokter Zhong Nan itu merupakan informasi yang salah dan tidak valid.

Atas nama Sanglah Institute, mereka bahkan memohon maaf sebesar-besarnya atas keteledoran dalam mengolah informasi. Pakar penyakit pernapasan China Zhong Nan juga menyebut Virus Corona baru (Covid-19) tampaknya tidak meninggalkan kerusakan dalam jangka panjang di paru-paru dari pasien-pasien yang telah sembuh.

Tingkatan fibrosis paru, atau jaringan parut paru-paru, pada orang yang terdampak penyakit Covid-19 relatif rendah dibanding SARS.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.antaranews.com/berita/1497960/cek-fakta-benarkah-paru-paru-pasien-covid-19-yang-sembuh-akan-tetap-rusak

http://www.sixthtone.com/ht_news/1005493/covid-19-doesnt-do-lasting-damage-to-lungs%2C-leading-expert-says

 

6. Penggunaan Masker Dapat Menyebabkan Hipoksia

Penjelasan :

Beredar informasi di media sosial mengenai penggunaan masker yang dapat menyebabkan hipoksia, yaitu keadaan dimana seseorang kekurangan pasokan oksigen di dalam sel dan jaringan tubuh.

Faktanya dilansir dari antaranews.com, informasi terkait masker dapat menyebabkan hipoksia tidaklah benar. Hoaks tersebut telah menyebar di 10 negara, antara lain Meksiko, Venezuela, Colombia, Chili, Argentina, Ekuador, Guatemala, Spanyol, Brazil dan Perancis.

Asosiasi pemeriksaan fakta internasional, melalui situs poynter.org menyatakan setidaknya ada lima artikel yang telah dicek para pemeriksa fakta di dunia pada 30 April hingga 13 Mei 2020. Hasilnya mereka mengonfirmasi tidak ada risiko hipoksia dalam penggunaan masker.

Salah satu tim pemeriksa fakta menjelaskan bahwa hipoksia bukan disebabkan oleh penggunaan pelindung mulut, masker, atau filter. Melainkan, hanya dapat disebabkan oleh merokok, menghirup gas, atau mengekspos diri ke tempat yang tinggi.

Adapun penggunaan masker selama masa pandemi Covid-19 justru merupakan anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai upaya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://www.antaranews.com/berita/1494984/masker-dapat-menyebabkan-hipoksia-ini-faktanya

https://gaya.tempo.co/read/1342866/hoaks-masker-sebabkan-kekurangan-oksigen-cek-faktanya/full&view=ok

https://www.poynter.org/fact-checking/2020/it-is-not-true-that-masks-cause-hypoxia-this-hoax-is-now-viral-and-dangerous/

 

7. Foto “Naik pesawat? Bebaaassss INDONESIA terserah lu ajah”

Penjelasan :

Beredar di sosial media Twitter sebuah foto yang menampilkan penumpang pesawat yang menggunakan masker dan pelindung wajah. Unggahan foto tersebut disertai dengan narasi “Naik motor ga boleh boncengan. Naik mobil istri gak boleh disamping suami. Naik pesawat? Bebaaassss INDONESIA terserah lu ajah.

Saatnya nakes #StayAtHome saja”

Setelah ditelusuri, klaim bahwa foto penumpang pesawat yang mengenakan masker dan pelindung wajah adalah foto penumpang pesawat Indonesia adalah salah. Faktanya, foto tersebut adalah foto ketika warga India dievakuasi dari Singapura pada 10 Mei 2020. Foto asli diunggah oleh Menteri Penerbangan Sipil India Hardeep Singh Puri di akun Twitter resminya pada 10 Mei 2020.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

[SALAH] Foto “Naik pesawat? Bebaaassss INDONESIA terserah lu ajah”

 

 

https://kumparan.com/kumparannews/ini-pemandangan-di-pesawat-saat-warga-india-dievakuasi-dari-singapura-1tPfU7J1zWA

 

8. Pembagian Sumbangan Dana Covid-19 Senilai Rp. 2 Juta

Penjelasan :

Beredar di media sosial Facebook, unggahan terkait adanya pembagian sumbangan Covid-19 berupa dana senilai Rp. 2 Juta kepada masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Pada unggahan tersebut mencantumkan syarat dan ketentuan, serta nomor Whatsapp untuk melakukan registrasi.

Faktanya, Humas Polda Kalimantan Tengah melalui akun instagramnya mengklarifikasi bahwa informasi pembagian sumbangan Covid-19 berupa dana senilai Rp. 2 Juta tidaklah benar. Hal itu diketahui setelah dilakukan pengecekan dengan menghubungi nomor Whatsapp yang tertera pada unggahan Facebook yang mengklaim bahwa bantuan tersebut berasal dari Pemerintah.

Sementara itu, menurut Humas Polda Kalteng, pemerintah tidak pernah mengeluarkan program bantuan untuk masyarakat senilai Rp 2 juta. Adapun pendataan atau registrasi penerima bantuan melalui instansi resmi, seperti Kementrian sosial, Dinas sosial, kelurahan dan RT/ RW setempat.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter:

https://www.instagram.com/p/CAJYe1_pdeq/?igshid=b5d4rcn9jldq

 

9. Surat Penerimaan Sampel Covid-19 Diliburkan

Penjelasan :

Beredar surat pemberitahuan yang mengatasnamakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Dalam edaran tersebut, berisi pemberitahuan bahwa selama libur hari raya Idulfitri tahun 1441 H, penerimaan sampel COVID-19 diliburkan.

Menanggapi hal ini, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto menegaskan bahwa surat pemberitahuan yang beredar atas nama Kemenkes itu tidak benar. Menurutnya, penanganan COVID-19 akan terus berjalan meskipun saat hari raya Idul Fitri.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5017544/beredar-surat-penerimaan-sampel-covid-19-diliburkan-ini-faktanya

 

10. Laporan WHO: Vegetarian Tidak Terinfeksi Virus Corona

Penjelasan :

Telah beredar informasi di media sosial yang mengatakan bahwa Vegetarian tidak terinfeksi virus Corona, informasi tersebut diklaim berasal dari laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah ditelusuri lebih lanjut, faktanya klaim tersebut tidak benar. Tidak ada laporan yang WHO yang mengatakan bahwa vegetarian tidak terinfeksi virus Corona.

WHO tidak melakukan tes berdasarkan status vegetarian atau non-vegetarian pada pasien virus Corona. Walaupun demikian sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang higienis dan bernutrisi tinggi.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter:

Vegetarians Did Not Contract Coronavirus, WHO Report: Fact Check

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.