Himawan : Lembaga Pelatihan Kerja Harus Laksanakan Trilogi Pelatihan

Yovie Wicaksono - 29 July 2020
Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi 2020 di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Rabu (29/7/2020). Foto : (JNR)

SR, Mojokerto – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan, lembaga pelatihan kerja seharusnya sudah melaksanakan trilogi pelatihan, yakni pelatihan kerja harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja/kesempatan kerja, pelatihan harus senantiasa mengikuti perkembangan dan kemajuan iptek, dan pelatihan merupakan kegiatan yang bersifat terpadu dalam pengertian proses maupun implementasi berupa keterpaduan dengan stakeholder.

“Keberadaan lembaga pelatihan kerja baik yang dimiliki pemerintah maupun swasta sangat menentukan dalam peningkatan keterampilan atau kompetensi produktivitas dan daya saing. Hal ini tentu dengan melaksanakan skill killing maupun upskilling (peningkatan kemampuan) bagi pencari kerja maupun tenaga kerja melalui pelatihan dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja yang terampil,” ujarnya saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi 2020 di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Rabu (29/7/2020).

Himawan menjelaskan, penyelenggaraan pelatihan juga harus didukung sumber daya pelatihan yang memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Selain itu juga instruktur, peralatan dan sarana prasarana, bahan pelatihan, manajemen dan anggaran dana.

“Perlu kami sampaikan keberhasilan UPT pelatihan kerja bukan lagi dilihat dari banyaknya peserta yang dilatih tetapi seberapa banyak peserta pelatihan yang mampu ditempatkan baik pada sektor formal maupun informal atau mandiri,” tuturnya.

Sementara Kepala UPT BLK Mojokerto, Isman Widodo mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi tahun 2020 di UPT BLK Mojokerto sebanyak 7 paket untuk kejuruan pengoperasian mesin bubut dan Frais, kejuruan operator otomatis PLC, kejuruan operator otomasi industri, kejuruan teknisi AC Split, kejuruan border dan  kejuruan pemeliharaan kendaraan ringan sistem konvensional.

Program pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh UPT Balai Latihan kerja Mojokerto kali ini bersifat institusional.

Pelatihan kerja ini untuk peningkatan kemampuan dan pelatihan kemampuan baru bagi calon tenaga kerja, yang berasal dari korban PHK maupun calon tenaga kerja yang baru lulus sekolah. Selain itu, juga membentuk calon tenaga kerja yang kompeten dibidangnya dan menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) tetap kompetitif di masa pandemi Covid-19. (*/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.