Harmoni Wisata Kuliner Mangunrejo, Tawarkan Jajanan dan Permainan Tradisional

Yovie Wicaksono - 7 July 2019
Salah satu pedagang jajanan tradisional di Harmoni Wisata Kuliner, Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Guna mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar, Kepala Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Sutrisno menawarkan Harmoni Wisata Kuliner Tradisional.

Pelaksanaan Harmoni Wisata Kuliner ini, sudah berlangsung sejak 17 Maret 2019. Sekitar 30 lapak pedagang yang didominasi jajanan tradisional, berjejer di sepanjang jalan desa.

Dengan harga terjangkau dan tidak menguras kantong, jajanan tradisional tersebut dijual dengan harga sangat bervariatif, antara Rp 3 – 5 ribu.

Jajanan tradisional yang dijual di Desa Mangunrejo ini banyak diminati oleh para pengunjung. Pada umumnya mereka yang singgah ke sini bertujuan untuk membeli jajanan tradisional.

“Tujuannya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, sehingga kuliner dan jajanan tradisional di Desa Mangunrejo ini bisa lestari,” ujar Sutrisno, Minggu (7/7/2019) pagi.

Jajanan tradisional yang dijual disini antara lain jenang campur khas Kediri semacam sumsum, mutiara, dawet, jenang grendul, jenang ketan ireng, dan kolak. Disamping jajanan tradisional jenis jenang, ada pula nasi tiwul, cineng, petulo, samplo dan berbagai macam jajanan lainya.

“Kalau jenang campur, disini cukup bayar Rp 3 ribu saja, murahkan kan,” ujar salah satu pedagang.

Selain menyajikan makanan khas tradisional, di Harmoni Wisata Kuliner, Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, para pengunjung juga diajak berolahraga senam pagi bersama instruktur diatas panggung.

Setelah senam selesai, pengunjung dihibur pentas pertunjukan musik dangdut. Karena pengunjung yang datang tidak hanya kategori usia dewasa, pihak panitia juga memberikan ruang publik bagi anak-anak.

Jenis permainan yang boleh dipergunakan di tempat ini berupa  truk mini tradisional berbahan kayu yang dihiasi dengan pernak pernik lampu berwarna dilengkapi sound system.

Sebelumnya, pihak panitia mengkonsepkan kegiatan ini di dalam area kebun jambu. Di area tersebut, para pedagang menjajakan makanan tradisional khas Kediri. Namun menjelang bulan puasa, kegiatan tersebut vakum dihentikan sementara waktu.

“Di kebun jambu, disitu para pedagang mengelilingi kebun jambu. Terus semenjak buka tanggal 17 Maret 2019, sampai mau puasa, karena kita puasa off dulu sampai mau lebaran. Terus buka lagi ini kita konsep bareng-bareng dalam acara Harmoni Wisata Kuliner tradisional Mangunrejo dalam bentuk car free day, senam bersama, street food kuliner tradisional Desa Mangunrejo terus ada mainan anak dan hiburan,” ujar Sutrisno.

Harmoni Wisata Kuliner Tradisional Desa Mangunrejo mulai buka pada 06.00 WIB. Pengunjung yang datang disini bukan hanya berasal dari Kecamatan Ngadiluwih saja melainkan juga dari daerah lain. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.