PPKM Darurat, Masjid Ini akan Gelar Salat Iduladha

Yovie Wicaksono - 19 July 2021
Masjid Nashrullah di Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Sidoarjo – Sejumlah masjid di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, memutuskan tetap menggelar salat Iduladha 1442 Hijriah pada Selasa (20/7/2021). Seperti Masjid Nashrullah dan Masjid Roudlotul Jannah.

Ketua Takmir Masjid Nashrullah, Muhammad Taufiq mengatakan, dengan mempertimbangkan satu dan lain hal, salat Iduladha tetap digelar dengan beberapa ketentuan.

“Kita adakan salat Ied khusus untuk lingkungan sendiri dengan protokol kesehatan yang ketat, kita batasi jamaahnya hanya 60 orang saja. Sudah kita siapkan tempat cuci tangan, masker, dan nanti juga dikawal sekira 15 Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) untuk pelaksanaannya,” kata Taufiq, saat ditemui Super Radio, Senin (19/7/2021).

“Sekarang kita tidak ada takbir keliling, biasanya kan anak-anak takbiran ini kita tiadakan, cuma kalau setelah adzan kita pujian disini. Untuk takbiran yang malam juga kita tiadakan, jadi nanti pukul 20.00 WIB kita sudah selesai, cuma satu dua orang yang standby disini untuk mempersiapkan,” imbuhnya.

Namun, ia menyebut untuk kepastian dari pelaksanaan masih menunggu konfirmasi dari pihak RT dan RW setempat.

“RT juga masih sosialisasi untuk salat Ied besok, untuk salatnya juga masih menunggu konfirmasi, kita koordinasi dulu. Karena ini masa pandemi paling parah sudah lewat 1 bulan yang lalu di kampung sini,” jelasnya.

Selain pelaksanaan salat, penyembelihan hewan kurban juga diselenggarakan secara berbeda. Dimana kali ini, untuk mencegah kerumunan, hanya panitia inti saja yang boleh berada di daerah masjid, dan penyalurannya dikoordinasikan dengan beberapa pihak langsung didistribusikan ke rumah warga.

“Tahun ini kita sudah masuk 11 sapi dan 4 kambing. Saat penyembelihan masyarakat tidak boleh datang, nanti dagingnya kita distribusikan door to door melibatkan remaja masjid, pengurus RT/RW, karang taruna, dan pengurus masjid, mereka khusus untuk pendistribusian, jadi tidak ikut saat penyembelihan,” ujarnya.

Di tempat berbeda, salah satu pengurus Masjid Roudlotul Jannah, Widodo juga menerapkan hal yang sama untuk takbiran serta penyembelihan hewan kurban. Hanya saja, pada pelaksanaan salat Iduladha, pihaknya tidak membatasi jumlah jamaah, melainkan menerapkan sistem jaga jarak dengan melakukan pelebaran tempat.

“Insya Allah tetap menjalankan salat Ied dengan menjalankan protokol kesehatan, kita tidak membatasi total jamaah tapi lebih ke pelebaran, jadi jalan nanti kita kasih terpal kita atur jarak nya. Dari petugas nanti kita serahkan ke Banser sekira 4 orang yang mengawal mulai salat Ied sampai penyembelihan hewan kurban,” ujar Widodo.

“Untuk penyembelihan hewan kurban, yang di area cukup panitia, lalu distribusi nya juga door to door ke warga, atau mungkin kita bisa atur waktu pengambilannya jadi tidak berkerumun,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.