Hari Pertama Idulfitri 1445 H, Gunung Semeru Kembali Erupsi. Total Enam Kali dalam Satu Minggu Terakhir

Yovie Wicaksono - 11 April 2024
Luncuran awan panas Gunung Semeru, Selasa (3/3/2020). Foto : (BNPB)

SR, Surabaya – Hari pertama Idulfitri 1445 H, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut erupsi terjadi pada Rabu (10/4/2024) 19.52 WIB.

Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

Setidaknya hingga tulisan ini dibuat, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, sudah mengalami erupsi sebanyak enam kali dalam seminggu. Yang terbaru adalah erupsi sebanyak empat kali yang terjadi pada Selasa (9/4/2024). Saat itu, erupsi terjadi pada pagi hingga malam hari, yakni 06.17, 07.51, 10.34 dan 19.12 WIB.

Erupsi tertinggi terjadi pada 06.17 dan 07.51 WIB. Saat itu, tinggi kolom letusan teramati ± 1000 m di atas puncak (± 4676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik.

Liswanto, A.P. dari ESDM meminta warga untuk memperhatikan sejumlah rekomendasi di sekitar aliran gunung Semeru. “Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” katanya.

Rekomendasi lainnya adalah tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar) dan mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Perlu diketahui, Gunung Semeru masih berstatus siaga atau level III, sehingga masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.

Letusan terakhir yang “terparah” gunung tertinggi di pulau Jawa ini terjadi pada 4 Desember 2021. Letusan tersebut membuat 51 orang tewas, 169 orang terluka, dan 22 orang hilang. Tidak itu saja, sekira 45 orang mengalami luka bakar.

Gunung Semeru merupakan bagian dari rangkaian pegunungan vulkanik yang membentang dari utara Sumatera hingga Kepulauan Sunda Kecil. Vulkanisme utama di Indonesia terhubung dengan lepas pantai subduksi dari Lempeng Australia di bawah Lempeng Sunda. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.