Bromo dan Semeru Diselimuti Embun Es Suhu di Bawah 5°C

Rudy Hartono - 10 June 2026
Embun es di kaki Gunung Semeru. (net)

SR, Pasuruan – Embun upas atau embun es mulai menyelimuti sejumlah titik di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kemunculan kristal es ini seiring dengan datangnya musim kemarau yang membuat suhu udara turun drastis pada malam hingga pagi hari. Oleh warga setempat, kondisi ini dikenal dengan fenomena ‘bediding’.

Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama mengungkapkan, fenomena unik tersebut kerap menarik perhatian wisatawan saat menjumpai beberapa area terbuka di kawasan konservasi tersebut. “Fenomena embun upas umumnya dapat dijumpai pada area-area terbuka yang mengalami pendinginan udara secara intensif pada malam hari,” ujar Endrip saat dikonfirmasi kompas.com, Selasa (9/6/2026).

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung keindahan fenomena mirip salju ini, pihak BB TNBTS memetakan sejumlah titik lokasi yang menjadi tempat langganan munculnya embun upas.

Di kawasan Gunung Bromo, yakni di Lautan Pasir (Kaldera Bromo), Pusung Gedhe dan Savana Lembah Watangan (Bukit Teletubbies). Sedangkan di Kawasan Gunung Semeru dapat dijumpai di Desa Ranupani dan sekitar Danau Ranu Kumbolo.

Merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ia menyebutkan musim bediding terjadi karena berkurangnya tutupan awan di musim kemarau. Alhasil, panas bumi pada siang hari terlepas ke atmosfer dengan sangat cepat sehingga memicu penurunan suhu yang ekstrem pada malam hari.

Di kawasan pegunungan tinggi seperti Bromo dan Semeru, suhu udara bahkan bisa merosot hingga mendekati 0 derajat celsius. Kondisi ini membuat uap air yang menempel pada rumput, daun, pasir, maupun tanah langsung membeku menjadi kristal es tipis.

Meski tampak memutih seperti salju, Endrip menegaskan embun upas berbeda dengan salju asli. Perbedaannya, embun upas terbentuk langsung di permukaan tanah, bukan hasil dari presipitasi atau curahan di atmosfer layaknya salju.

“Fenomena ini merupakan bagian dari dinamika alam yang lazim terjadi di kawasan pegunungan tropis Indonesia pada musim kemarau dan menjadi salah satu daya tarik wisata alam yang dinantikan pengunjung,” pungkasnya.

Seperti diketahui, fenomena embun upas atau embun es pada dua hari terakhir menyorot perhatian pengunjung Gunung Bromo. Mereka menjumpai sebagian hamparan lautan pasir tertutup bubuk air kristal atau embun yang membeku. (*/red)

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.