Harga Cabai Melambung, Pemprov Jatim Gandeng Perum Bulog Intensifkan Operasi Pasar 

Yovie Wicaksono - 9 August 2019
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerjanya di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, pada Kamis (8/8/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Harga cabai terus melambung, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus intensifkan gelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerjanya di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, pada Kamis (8/8/2019).

Menurut mantan Menteri Sosial tersebut, melambungnya harga komoditas cabai yang terjadi di berbagai daerah sekarang ini, tidak lepas dari belum adanya panen raya secara bersamaan.

“Jadi memang, akhir Agustus ini baru akan panen raya. Problem kita dulu waktu puasa panen rayanya bareng harga jatuh. Setelah itu kemudian panen raya di bulan ini baru akan akhir Agustus,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, upaya yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mengatasi permasalahan ini yakni terus melakukan operasi pasar bersama  Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

“Maka kami dari Pemprov bersama Bulog, itu melakukan operasi pasar di beberapa titik, dengan membeli cabai rakyat harga komersial. Jadi rakyat petani cabai tetap mendapatkan harga komersial,  lalu Pemprov bersama Bulog membeli cabai rakyat dijual di operasi pasar,” ujarnya.

Pelaksanaan operasi pasar sengaja difokuskan pada tempat yang selama ini menjadi basis barometer Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pengecekan update  harga terkait inflasi.

“Di jual di operasi pasar terutama, pasar yang menjadi basis BPS untuk melakukan update dari Inflasi. Kan ada pasar-pasar yang menjadi updatenya BPS,” imbuhnya.

Sekedar informasi, harga cabai rawit di pasar tradisional Setono Betek, Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur, sekarang ini terus merangkak naik. Jika sebelumnya harga cabai masih dikisaran Rp80 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp82 ribu per kilogram. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.