Guru SLB dan Disabilitas Surabaya Berlatih Membuat Batik Shibori

Yovie Wicaksono - 13 November 2021
Guru SLB dan Disabilitas Surabaya Berlatih Membuat Batik Shibori, Sabtu (13/11/2021). Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Aula gedung Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur (Jatim) tampak berbeda pada Sabtu pagi (13/11/2021). Aula tersebut dipenuhi oleh 105 peserta dari guru sekolah luar biasa (SLB) dan disabilitas serta masyarakat umum yang tengah sibuk menata kain sedemikian rupa menggunakan teknik shibori untuk membuat batik. 

Posisi ternyaman pun dipilih oleh para guru dari 36 lembaga tersebut. Ada yang memilih menata kain di meja, ada pula yang memilih untuk menatanya di lantai. Pelatih juga terlihat sibuk mengarahkan para peserta terkait teknik melipat serta mengikat beberapa bagian kain yang telah dibagikan.

Ketua pelaksana Kelompok Kerja Guru Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (KKG PKLK) Surabaya, Mohamad Ali Muhaidhori mengungkapkan, pelatihan ini adalah rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Disabilitas Internasional dan Hari Guru pada 25 November 2021 mendatang.

“Jadi hari ini akan sampai selesai mengikat kemudian sampai jadi. Lalu untuk yang belum selesai, dibawa ke rumah untuk diwarnai di rumah. Kemudian untuk tanggal 25 adalah puncak untuk kita pameran hasil karya,” kata Mohamad Ali Muhaidori.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak BKKKS Jatim yang telah menyediakan fasilitas serta tempat untuk menyelenggarakan pelatihan ini.

“Teman-teman guru juga banyak yang penyandang kursi roda dan tuna netra, sehingga BKKKS ini sangat friendly secara aksesibilitas. Kemudian juga pemimpin BK3S sangat terbuka ketika kita bekerja sama,” ucapnya.

Selaras dengan hal tersebut, Pokja BKKKS Jatim, Bajoe Setiono mengatakan, kegiatan ini dapat terjadi berkat usulan kerja sama dari pihak KKG PKLK Surabaya yang ingin melakukan pelatihan karena sudah lama rehat. Dipilihnya batik sebagai media pelatihan, agar para guru dapat berwirausaha sekaligus menyalurkan ilmu vokasi ke anak didik.

“Kita pilih batik karena banyak yang belum bisa membuatnya apalagi nanti barangkali dari teman teman SLB yang membuat coraknya bisa lebih spesifik.Tujuannya untuk membekali guru untuk mengajari disabilitas, dia juga bisa wirausaha bangkit dari pandemi,” ucap Bajoe Setijono.

Salah satu peserta pelatihan, Siti Fatimah (57) mengaku sangat senang atas pelatihan yang diikutinya hari ini. Siti yang mengajar sebagai guru di SMALB-C AKW Kumara 2 Surabaya itu menyebut, dengan adanya kegiatan ini dirinya bisa melanjutkan kegiatan vokasi yang sebelumnya sempat tertunda.

“Saya senang sekali, Alhamdulillah untuk menambah ilmu. Kalau disini kan saya secara langsung mulai pembagian alat, cara melipat, mengikat, sampai mewarna nya. Karena disekolah saya sudah ada alatnya difasilitasi, nanti bisa dilanjutkan,” ungkapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.