Generasi Muda Kelompok Tunas Triwandawa Hidupkan Wayang Panji di Surabaya

Rudy Hartono - 6 December 2025
Kepala UPT Taman budaya Jatim Ali Ma'ruf memberi penghargaan kepada Dandy Indra Kusuma, sutradara wayang Panji bertajuk “Dalang Gambuh Asmarantaka” di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya, Jumat (5/12/2025). (foto : vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – Jumat malam 5 Desember 2025 di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya menjadi saksi  generasi muda Surabaya menyalakan kembali ‘api’ tradisi lewat pementasan wayang Panji “Dalang Gambuh Asmarantaka”.

Di bawah arahan sutradara Dandy Indra Kusuma, kelompok wayang orang Tunas Triwandawa menghadirkan kisah Panji Inu Kertapati dan Dewi Candra Kirana dengan sentuhan teatrikal yang segar, tanpa kehilangan akar budaya Jawa Timur.

Kelompok Tunas Triwandawa, yang mayoritas beranggotakan seniman muda, menampilkan energi baru dalam seni tradisi. Mereka memadukan gerak tari klasik dengan tata panggung kontemporer, menciptakan pengalaman yang memikat bagi penonton lintas generasi. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa seni tradisi tidak hanya milik masa lalu, tetapi juga relevan untuk masa kini.

Kelompok wayang orang Tunas Triwandawa saat mementaskan ceirta panji berjudul “Dalang Gambuh Asmarantaka” di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya, Jumat (5/12/2025). (foto : vico wildan/superradio.id)

Ali Ma’ruf, selaku kepala UPT Taman Budaya Jawa timur menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga seni budaya di tengah dunia modern yang semakin kompleks dan kompetitif.  Peran generasi muda dalam mempertahankan seni budaya sangatlah penting.

“Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan pertunjukan teater tradisional wayang panji ini diharapkan mampu menjembatani para seniman generasi penerus kita untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan seni budaya,”kata Ali Ma’ruf.

Kelompok wayang orang Tunas Triwandawa saat mementaskan ceirta panji berjudul “Dalang Gambuh Asmarantaka” di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya, Jumat (5/12/2025). (foto : vico wildan/superradio.id)

Lebih dari sekadar pertunjukan, pementasan ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas. Penonton tidak hanya disuguhi kisah cinta, tetapi juga diajak merasakan bagaimana nilai-nilai kesetiaan, perjuangan, dan harmoni sosial tetap relevan di tengah tantangan zaman.

Alur cerita semakin cair lantaran pertunjukan wayang panji “Dalang Gambuh Asmarantaka” juga dibawakan dengan sentuhan komedi khas yang berhasil menghibur dan mengundang gelak tawa penonton.

Humor yang diselipkan tidak hanya menjadi bumbu penyegar di tengah alur cerita yang sarat nilai moral, tetapi juga memperlihatkan kepiawaian kelompok Wayang Orang Tunas Triwandawa dalam mengolah tradisi agar terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. (js/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.