Gelar Reses, Yordan Tampung Keluhan Masyarakat Surabaya

Yovie Wicaksono - 6 March 2021
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Yordan M Bataragoa menggelar reses di Kecamatan Wonocolo, Surabaya Sabtu (6/3/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Yordan M Bataragoa menggelar reses di Kecamatan Wonocolo, Surabaya Sabtu (6/3/2021).

Reses ini menjadi yang pertama bagi politisi PDI Perjuangan ini. Yordan yang menggantikan Armuji (Wakil Wali Kota Surabaya) ini ingin fokus mendengarkan apa saja yang menjadi keluhan masyarakat Kota Pahlawan.

Masyarakat yang hadir, menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di wilayahnya, mulai dari masalah pendidikan seperti zonasi sekolah, pelajar yang tidak bisa ikut ujian, ijazah yang ditahan, kemudian terkait infrastruktur, plengsengan, Penerangan Jalan Umum (PJU), paving, maupun masalah kesulitan ekonomi di masa pandemi ini.

“Tadi kami hitung paling tidak ada sekira 20 orang yang menyampaikan permasalahannya baik secara langsung maupun tulisan,” ujar Yordan.

Adapun persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah terkait infrastruktur dan banjir yang terjadi saat musim hujan seperti ini. Hal tersebut salah satunya disampaikan oleh Muhammad Jami’ yang mengatakan bahwa jalan di Kalisari Dalem RW 3, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya berlubang.

“Di daerah saya itu bisa dibilang kalau jalannya paling jelek se-Surabaya. Kalau hujan lubang semua. Mohon untuk jalan di tempat saya ini diperbaiki supaya seperti daerah lainnya,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Yordan berjanji akan berupaya membantu melalui program pemerintah provinsi, namun jika tidak bisa, pihaknya akan berkoordinasi dengan wali kota serta DPRD Kota Surabaya supaya apa yang menjadi keluhan masyarakat bisa terjawab.

“Minimal kita sudah merespon, kalau tidak bisa masalahnya dimana dan memikirkan solusinya seperti apa. Jadi kita ingin pastikan apa yang disampaikan oleh masyarakat pada kesempatan reses ini bisa ditindaklanjuti,” tandasnya.

Kemudian ada juga masyarakat yang mengeluhkan terkait adanya pelajar SMA yang tidak bisa mengikuti ujian lantaran tidak bisa membayar uang sekolah.

“Kami biasanya membantu mengurus ijazah yang ditahan. Terkait tidak bisa mengikuti ujian, saya minta tolong untuk diberikan datanya, nanti akan coba kami upayakan. Jangan sampai karena masalah keuangan, masa depan mereka jadi terdampak. Apalagi mereka adalah generasi penerus bangsa,” ujar Yordan.

Dalam kesempatan tersebut, Yordan juga mendorong masyarakat agar membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) dan kelompok usaha produktif sebagai salah satu bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi.

“Ini salah satu dukungan dari Pemerintah Provinsi yang bisa kami bantu fasilitasi, terlebih di tengah masa pandemi ini agar perekonomian warga, kelompok kerja kecil dan mikro ini bisa berkembang,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.