Eri-Armuji Full Senyum Optimistis Menang Pilwali Surabaya

Rudy Hartono - 17 October 2024
Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Eri-Armuji foto bersama, para pakar panelis debat, komisioner KPU Surabaya dan komisioner Bawaslu Surabaya, usai pelaksanaan Debat Perdana, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Rabu (16/10/2024), malam. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji tampak makin percaya diri usai menjalani debat perdana Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya yang diselenggarakan KPU Surabaya, Rabu (16/10/2024).

“Hari ini full senyum karena untuk warga surabaya. Mohon doanya agar kita tetap berjuang bersama, karena surabaya tidak bisa dibangun dengan satu orang,” kata Eri Cahyadi saat ditemui usai debat di Dyandra Convention Center.

Meski bukan pertama kali, namun Eri  mengaku sempat deg-degan saat akan maju ke atas panggung. Namun tak bertahan lama dan langsung terganti dengan lancarnya ia saat menjawab pertanyaan panelis. “Mau ada lawan atau kotak kosong itu sama saja, sama-sama ndredegnya karena itu tanggung jawab ke masyarakat,” sebutnya.

Ia pun berulang kali mengucapkan terima kasih pada warga Surabaya yang turut berkontribusi mengembangkan Kota Pahlawan.

Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjawab pertanyaan wartawan usai tampil dalam debat perdana Pilwali Surabaya, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Rabu (16/10/2024), malam. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

Terbukti, angka kemiskinan turun dari 5,2 persen menjadi 3,9 persen. Pengangguran terbuka 9,6 persen menjadi 6,7 persen. Dan stunting dari posisi tertinggi se-Jatim 28,5 persen, menjadi yang terendah se-Indonesia di angka 1,56 persen.

“Selama 3 tahun setengah kami bangun surabaya tapi bisa membangun rumah sakit, aspal, jalan, pedestrian, kemiskinan dan stunting turun. Seperti itu karena persatuan masyarakat Surabaya, saya terima kasih,” ucapnya.

Berbeda dengan Eri, calon wakil walikota Surabaya Armuji mengaku tenang saat debat. Semua pertanyaan berhasil dijawab dengan lugas dan santai.

“Ya saya kira itu sudah jadi keseharian kita. Kalau mungkin dulu awal kita pertama kali dalam satu debat, pengalaman dulu sudah menjadi contoh dan edukasi kita, jadi tidak ada beban mental sama sekali,” ujarnya.

Ketika ditanya terkait Pilkada yang melawan kotak kosong, kedua paslon kompak menyerahkan pilihan ke masyarakat.  Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bersama membangun Kota Surabaya menjadi kota berstandar dunia. “Karena Surabaya tidak bisa dibangun dengan satu orang. Untuk jadi kota standar dunia itu kita bisa, kita dapat kota layak anak internasional, kota sehat dari WHO,” jelasnya.

Selain itu, melihat hasil kerja mereka selama menjabat sebagai wali kota dan wakil wali kota, pihaknya pun optimis memenangkan Pilwali 27 November mendatang.

“Insya Allah optimistis menang lawan kotak kosong. Ini adalah kerja semua warga surabaya. Target kemenangan hari ini yang menentukan adalah warga surabaya,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.