Panitia Soekarno Cup Janjikan Fasilitas Nyaman bagi 16 Tim Peserta Kompetisi
SR, Surabaya – Panitia penyelenggara Soekarno Cup 2026 berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi 16 tim provinsi yang bertanding di Jawa Timur.
Wakil Ketua Panitia Soekarno Cup, Eri Irawan, menegaskan bahwa pihaknya melakukan berupaya optimal agar seluruh atlet dan ofisial merasa disambut dengan hangat selama turnamen berlangsung.
Eri menyampaikan bahwa Jawa Timur ingin menjadi tuan rumah yang inklusif bagi seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia. “Kami dari panitia melakukan upaya-upaya optimal agar semua tim merasa nyaman, semua tim merasa berada di rumah sendiri,” ujar Eri saat memberikan sambutan dalam agenda Match Coordination Meeting, di Grand Praxis Surabaya, Minggu (9/8/2026).
Persiapan teknis terkait venue pertandingan dan latihan pun telah dimatangkan di empat lokasi utama, yakni Gelora Bangkalan, Stadion Gelora 10 November, Lapangan Thor, dan satu lapangan pendukung lainnya.
Eri mengakui adanya tantangan dalam mengatur jadwal latihan serentak bagi banyak tim. “Mohon maaf dan dimaklumi bila ada sedikit perjalanan yang jauh karena kami harus mengatur delapan lapangan dalam waktu yang bersamaan,” tambahnya.
Puncak pembukaan turnamen akan dipusatkan di Stadion Gelora 10 November yang bersejarah dengan target kehadiran 8.000 penonton. Eri menyebut stadion ini sebagai “stadium legendaris yang mengiringi perjalanan tim nasional”.
Seluruh pemain dari 16 tim diwajibkan mengikuti prosesi defile untuk menyapa penonton, kecuali mereka yang harus bersiap untuk laga perdana antara Jawa Timur melawan Jawa Barat.
Demi menjaga integritas dan marwah PDI Perjuangan sebagai penyelenggara, panitia menerapkan standar profesionalisme yang sangat ketat. Salah satunha dengan mendatangkan wasit dari luar daerah.
Langkah ini diambil guna menjamin netralitas total tanpa adanya intervensi dari tuan rumah. “Insyaallah panitia netral dan panitia bersikap profesional termasuk wasit yang akan memimpin besok bukan dari Jawa Timur. Wasitnya dari PSSI Jawa Tengah,” tegasnya.
Transparansi pertandingan juga menjadi sorotan utama dengan pemanfaatan teknologi terkini. Eri mengungkapkan bahwa seluruh laga akan disiarkan secara langsung melalui YouTube, bahkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan disiapkan untuk laga krusial.
“Kabar gembiranya nanti semifinal dan final ada VAR-nya. Jadi kalau ada yang curang atau berniat curang itu sangat ketahuan, mudah ketahuan,” jelasnya untuk menekankan sportivitas.
Terkait aspek keamanan, panitia telah melakukan asesmen mendalam bersama pihak kepolisian. Menariknya, potensi konflik justru diwaspadai muncul dari internal lapangan hijau, bukan dari tribun penonton.
“Potensi konflik antar suporter hampir tidak ada. Tetapi justru yang paling rentan adalah antar pemain, antar pelatih, dan antar ofisial. Ini yang harus diwaspadai,” kata anggota DPRD Surabaya Fraksi PDI Perjuangan itu.
Dukungan penuh juga diberikan oleh PSSI yang melihat Soekarno Cup sebagai wadah strategis untuk pembinaan usia muda.
Bidang Kompetisi PSSI Jatim Arief Anton Sujarwo menilai, ajang tersebut sangat bagus untuk perkembangan pemain muda Indonesia karena berbarengan dengan kompetisi Suratin U-17. “Ini artinya ini bibit-bibit yang akan berlaga ataupun memperkuat timnas nantinya. Itu harapan dari kita,” pungkasnya.
Sekadar informasi, Match Coordination Meeting imi menjadi pertemuan terakhir yang di dalamnya meliputi rilis jersey antar tim yang disaksikan PSSI dan panitia terkait. Sebelum para pemain antar daerah bertanding di laga Soekarno Cup 2026 yang ceremony nya digelar pada Senin (10/8/2026). (hk/red)
Tags: atlet sepak bola, eri irawan, fasilitas, soekarno cup 2026, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





