Embarkasi Surabaya Berlakukan Ketentuan Ketat Mengganti Kursi Kosong

Rudy Hartono - 26 April 2026
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya untuk musim haji 2026/1447 H adalah Moh. As'adul Anam saat di wawancarai. (foto : vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – Operasional pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Surabaya tidak hanya berfokus pada kecepatan, tetapi juga ketegasan dalam manajemen logistik, terutama terkait penanganan kursi kosong akibat jemaah yang sakit.

Hingga hari kelima, tercatat ada jemaah yang terpaksa menunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, sehingga kursi pesawat yang ditinggalkan harus dikelola sesuai prosedur yang berlaku. Dinamika ini menjadi perhatian serius panitia untuk memastikan efisiensi setiap kursi dalam penerbangan menuju Tanah Suci.

Saat ini, teridentifikasi ada dua jemaah yang tertunda keberangkatannya dari kloter 6, 13, dan 14 karena faktor kesehatan yang tidak memenuhi syarat penerbangan. Satu jemaah dilaporkan sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji, sementara lainnya masih berada di daerah asal karena kondisi fisik yang belum stabil. Situasi ini menuntut koordinasi cepat antara tim kesehatan dan bagian manifes untuk menentukan keberlanjutan status keberangkatan mereka.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Moh. As’adul Anam, menegaskan bahwa faktor kelaikan terbang adalah harga mati yang tidak bisa ditawar demi keselamatan jemaah selama di pesawat. Ia menekankan bahwa kepastian keberangkatan bagi jemaah yang sempat tertunda sepenuhnya bergantung pada penilaian medis profesional.

“Kita tidak bisa untuk memastikan keberangkatan itu karena kita harus mendapatkan izin kelaikan terbang dari dokter. Mohon dengan sangat untuk kemudian dipahami,” tegasnya mengenai prosedur medis tersebut.

Terkait kekosongan kursi di pesawat, PPIH Surabaya menerapkan aturan batas waktu (deadline) yang sangat ketat berdasarkan kesepakatan internasional. Penggantian kursi jemaah yang sakit hanya dapat diproses jika dilaporkan selambat-lambatnya 24 jam atau H-1 sebelum jadwal keberangkatan. Aturan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara pihak otoritas bandara, maskapai Saudia Airlines, dan pihak Syarikah di Arab Saudi.

Humas PPIH embarkasi surabaya, Faiz, menjelaskan bahwa jika laporan pembatalan atau penundaan masuk kurang dari 24 jam, maka kursi tersebut secara otomatis akan dibiarkan kosong. Hal ini dikarenakan proses logistik penerbangan, seperti pemesanan makanan (catering) di pesawat dan sinkronisasi data manifes, sudah terkunci.

“Kalau laporannya kurang dari 24 jam atau H-1, itu kita sudah tidak bisa mengganti. Jadi sudah sepakat dengan pihak bandara dan Saudia Airlines bahwa penggantian ini maksimal H-1,” jelas Faiz mengenai batasan teknis tersebut.

Selain fokus pada manajemen kursi, PPIH Surabaya juga menunjukkan kesiapan administrasi yang matang melalui distribusi Kartu Nusuk. Kartu ini merupakan dokumen digital wajib yang berfungsi sebagai akses utama jemaah untuk melaksanakan ibadah di Masyair. Seluruh jemaah yang telah diberangkatkan dari asrama haji dipastikan telah memegang kartu penting tersebut sebagai syarat mutlak memasuki wilayah ibadah di Arab Saudi.

Berdasarkan data statistik layanan dokumen hingga hari keempat operasional, tercatat sebanyak 4.133 jemaah yang telah diterbangkan seluruhnya telah menerima Kartu Nusuk dengan lengkap. Capaian ini menunjukkan efektivitas tim administrasi dalam memproses ribuan dokumen di tengah padatnya jadwal kedatangan dan keberangkatan jemaah di asrama haji. Kelengkapan dokumen ini menjadi modal utama agar jemaah tidak mengalami kendala saat pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi.

Keberhasilan dalam menyinkronkan aturan logistik kursi kosong dan distribusi dokumen administratif ini menjadi bukti kesiapan menyeluruh dari Embarkasi Surabaya. PPIH berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan setiap jemaah, baik dari sisi kesehatan maupun kelengkapan data, telah siap 100 persen sebelum memasuki pesawat. Dengan manajemen yang terukur, diharapkan operasional haji tahun 1447 H ini dapat berjalan sukses hingga seluruh kloter diberangkatkan.(js/red)

 

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.