Puti Guntur: Tanpa Digital Marketing, UMKM Digilas Kapitalisme Global
SR, Sidoarjo – Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, mengkhawatirkan masa depan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah derasnya arus disrupsi ekonomi di era digital. Problemnya mayoritas pelaku UMKM masih terjebak dalam pola pemasaran konvensional. Padahal, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna ponsel terbesar di dunia.
“Saat ini kita hidup di era disrupsi, di mana ruko atau rumah toko telah bergeser menjadi etalase digital. Jangan sampai pergeseran sistem pemasaran ini membuat rakyat kecil menjadi sekadar penonton atau bahkan bekerja murah bagi mesin-mesin kapitalisme digital global,” tegas Puti dalam sambutannya secara daring di hadapan para pelaku UMKM yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Marketing di Hotel Luminor, Sidoarjo, Minggu (25/4/2026).
Puti memaparkan realita pahit di balik megahnya angka pertumbuhan ekonomi digital nasional. Berdasarkan data tahun 2026, ekonomi digital Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di ASEAN dengan nilai mencapai 90 miliar USD. Ironisnya, Badan Pusat Statistik mencatat kontribusi pelaku UMKM yang memanfaatkan niaga elektronik atau e-commerce baru sekitar 42,02 persen.

“Saya tidak ingin berpidato di awang-awang. Faktanya, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional masih didominasi penjualan konvensional. Padahal, dunia sudah berpindah ke genggaman ponsel,” lanjut cucu Sang Proklamator tersebut.
Atas kerisauan itu, Puti menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan Bimtek tentang Digital Marketing kepada para pengusaha UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Puti menilai BRIN memiliki kewajiban moral untuk tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Menurutnya, BRIN harus keluar dari zona nyaman dan langsung menemui para pelaku UMKM di lapangan secara intens untuk memahami persoalan nyata yang mereka hadapi.
“BRIN tidak boleh hanya diam sebagai menara gading. Riset BRIN tidak boleh hanya berakhir di rak perpustakaan. Harapkan kami, riset BRIN harus dapat menerjemahkan bahasa riset yang rumit menjadi bahasa pasar yang dapat dipahami dan diterapkan pelaku UMKM,” desak anggota PDI Perjuangan itu.

Sinergisitas BRIN – DPR RI – UMKM
Lebih lanjut, Puti menawarkan skema sinergisitas yang kuat antara BRIN dan Komisi X DPR RI terkait literasi digital kepada pelaku UMKM. Ia memandang bahwa kebangkitan ekonomi nasional memerlukan perpaduan antara landasan ilmiah dan dukungan politik yang tepat sasaran.
“Kita perlu sinergi yang konkret. BRIN bergerak sebagai penghasil riset, data, dan teknologi, sementara kami di Komisi X DPR RI memiliki kewenangan menyusun kebijakan serta memastikan ketersediaan anggaran. Mari kita jadikan Bimtek digital marketing hari ini menjadi ajang penyuluhan sekaligus program nyata yang menyejahterakan rakyat,” kata puti.
Kepada para peserta Bimtek, Puti memberikan dorongan semangat bahwa penguasaan digital marketing bukan lagi sekadar pilihan, melainkan fondasi utama untuk menyelamatkan kedaulatan ekonomi rakyat.
Puti optimistis sinergitas BRIN, Komisi X DPR RI, dan pelaku UMKM dalam penguasaan digital marketing adalah alat untuk mewujudkan amanat Pasal 33 ayat ke-4 UUD 1945 bahwa Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, dan kemandirian.

“Digital marketing bukan hanya tentang jualan. Tetapi tentang berkarya. Nenek moyang kita bukan bangsa peminta-minta, melainkan sebagai saudagar ulung dan pelaut ulung. Maka digitalisasi harus menjadikan UMKM kita sebagai subjek utama dalam pembangunan ekonomi nasional, bukan obyek eksploitasi dari platform raksasa,” tandas Puti berapi-api.
Acara Bimtek tentang Digital Marketing di Sidoarjo diikuti seratus pegiat UMKM dari berbagi jenis usaha. Dalam Bimtek itu, BRIN menghadirkan narasumber ahli muda, Raden Dwiarto, yang memaparkan strategi praktis digital marketing bagi pelaku UMKM. Acara dibuka dengan tarian “Puan Berdaya” dimainkan tiga penari muda yang kompak dan energik. (ton/red)
Tags: bimtek, BRIN, digital marketing, pdip, puti guntur soekarno
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.




