Penggunaan Tablet Percepat Administrasi dan Keberangkatan Jemaah di Embarkasi Surabaya
SR, Surabaya – Layanan keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Surabaya tahun ini menghadirkan terobosan baru melalui transformasi digital pada sistem Fast Track. Inovasi ini dirancang untuk memberikan efisiensi maksimal bagi para jemaah, memastikan proses administratif di bandara berjalan lebih cepat dan ringkas sebelum mereka bertolak menuju Tanah Suci.
Perubahan paling mencolok terlihat pada perangkat keras yang digunakan oleh petugas di lapangan. Jika pada musim haji sebelumnya proses pemindaian sidik jari (fingerprint) sangat bergantung pada penggunaan komputer personal (PC) yang statis, kini sistem tersebut sepenuhnya beralih menggunakan perangkat tablet yang menawarkan mobilitas tinggi.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Moh. As’adul Anam, menyampaikan bahwa implementasi teknologi berbasis tablet ini merupakan wujud komitmen penyederhanaan layanan. Ia menekankan bahwa digitalisasi ini bertujuan agar jemaah haji, terutama yang sudah lanjut usia, mendapatkan kenyamanan ekstra karena proses birokrasi dokumen kini dapat dilakukan dengan lebih lincah dan tidak kaku.

Anam menjelaskan keunggulan teknis dari perangkat baru ini dalam operasional harian. “Sistem Fast Track ini kalau kemarin kan menggunakan PC, sekarang pakai tablet. Jadi mobilitasnya lebih mudah, bahkan untuk fingerprint itu juga menggunakan tablet sehingga lebih praktis bagi petugas dan jemaah,” ungkap Anam memberikan rincian.
Meskipun teknologi ini baru diterapkan, Faiz selaku humas juga menyampaikan bahwa tim sempat melewati fase adaptasi pada awal operasional. “Pada saat kloter pertama memang masih ada penyesuaian dengan sistem yang baru ini, namun hal tersebut merupakan dinamika lapangan yang wajar dalam transisi teknologi,” tambahnya menjelaskan situasi di hari pertama.
Efektivitas sistem ini terbukti dengan tidak adanya gangguan signifikan pada jadwal penerbangan. Anam menegaskan bahwa masa penyesuaian tersebut tidak sampai menyebabkan keterlambatan take off.
“Alhamdulillah, meski ada penyesuaian di awal, tidak sampai melampaui batas waktu take off dari posisi estimasi hanya sempat selisih beberapa menit saja di awal-awal kloter,” jelasnya.
Saat ini, penggunaan tablet dalam sistem Fast Track telah mencapai performa terbaiknya dengan kecepatan proses yang impresif. Jika sebelumnya pemeriksaan memakan waktu lebih lama, kini seluruh rangkaian proses pemindaian dan pengecekan dokumen berhasil dipangkas hingga tuntas dalam waktu kurang dari satu jam saja .(js/red)
Tags: embarkasi surabaya, fast track, jemaah haji, superradio.id, tablet
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.




