Dukcapil Kemendagri Dirikan Posko Layanan Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir

Yovie Wicaksono - 5 January 2020
Posko layanan kependudukan bagi warga terdampak banjir yang didirikan Dirjen Dukcapil Kemendagri. Foto : (Kemendagri)

SR, Tangerang – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri mendirikan posko layanan kependudukan bagi warga terdampak banjir di Desa Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

“Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil sudah mendirikan posko di Desa Teluk Naga, Kecamatan Teluk Naga guna memberikan pendataan dan pelayanan penerbitan dokumen kependudukan yang hilang ataupun rusak,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, Sabtu (4/1/2020).

Terdapat 6 RT dan kurang lebih terdapat 300 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Meski demikian, belum semua warga yang melapor untuk menggantikan dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat banjir.

“Kami mengimbau kepada warga untuk melaporkan kerusakan ataupun kehilangan dokumen kependudukan di Posko Dukcapil yang ada, karena kita tahu bahwa dokumen kependudukan itu sangat penting,” ujarnya.

Seperti ditegaskan sebelumnya, penerbitan dokumen kependudukan akibat bencana banjir akan diganti tanpa dipungut biaya dan dengan proses yang cepat.

“Pelayanan ini gratis tidak dipungut biaya, pelayanan istimewa dan mudah seperti ini dilakukan dalam rangka percepatan pelayanan pada korban bencana alam,” kata Zudan.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, salah seorang warga di Desa Tanjung Burung, Pangkalan, Tanjung Pasir mengapresiasi kepedulian pemerintah dalam mengganti dokumen kependudukan.

“Alhamdulillah senang, pemerintahan peduli, segala surat-surat, KTP, dibikin cepat, cuma lima menit, dipanggil sudah jadi,” ujarnya.

Sekedar informasi, Program Dukcapil PEDULI (Penggantian Dokumen Hilang), merupakan upaya Dukcapil untuk membantu warga dalam mendapatkan dokumen Adminduk yang hilang atau rusak dikarenakan bencana banjir, berupa dokumen KK, KTP, KIA, akte lahir dan akta-akta lainnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.