DPRD Siap Tambah Anggaran untuk 16 BLK di Jatim

Yovie Wicaksono - 1 July 2020
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Artono bersama Anggota Komisi E lainnya, Hari Putri Lestari, Hj.Zeneye, Umi Zahro saat berkunjung dan melihat peralatan ke BLK Disnakertrans Jatim di Jember. Foto : (JNR)

SR, Surabaya – Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) berharap Balai Latihan Kerja (BLK) Jatim bisa berfungsi optimal untuk membantu memulihkan ekonomi dampak pandemi Covid-19, yakni dengan merangkul lebih banyak lagi masyarakat, utamanya pengangguran, untuk berlatih keterampilan.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), hingga saat ini ada lebih dari 6.000 karyawan di Jatim berhenti bekerja karena PHK. Jumlah ini belum termasuk pekerja migran yang dideportasi dari negara tempat mereka bekerja. 

“Kami di DPRD Jatim siap memfasilitasi dengan menambah anggaran untuk BLK. Tentunya, anggaran ini untuk recovery ekonomi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Artono, Rabu (1/7/2020).

Artono mengatakan, anggaran tersebut bisa untuk peremajaan peralatan, menambah program pelatihan hingga memperbanyak kepesertaan.

“Tidak usah muluk-muluk, misalnya pelatihan membuat jamu, mengelas atau lainnya, yang penting masyarakat bisa bekerja dan bangkit dari keterpurukan,” katanya.

Artono mengatakan, Provinsi Jatim saat ini punya 16 BLK yang tersebar di seluruh Jatim. Namun, sejak pandemi Covid-19, aktivitas seluruh BLK tersebut sempat terhenti. Selain karena untuk mencegah penularan, anggaran untuk BLK juga habis. 

Sementara itu Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hari Putri Lestari meminta Disnakertrans untuk menginventarisasi kebutuhan peralatan yang urgent di 16 BLK. Sebab, data tersebut akan menjadi pijakan dalam alokasi anggaran nanti. 

“Kami di Komisi E siap memperjuangkan tambahan anggaran. Sebab, tadi saya lihat peralatannya masih lama. Komputer misalnya, masih menggunakan teknologi lama. Padahal sekarang sistemnya sudah baru semua,” katanya. 

Hari mengatakan, investasi skil bagi lulusan BLK sangat penting agar bisa bersaing di dunia kerja, salah satunya dengan upgrade peralatan. 

“Beberapa anggaran memang dipotong untuk Covid-19. Namun, khusus untuk BLK harus mendapat prioritas sebagai upaya recovery ekonomi,” ujarnya. 

Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo mengapresiasi usul DPRD Jatim tersebut. Dia juga berharap kebutuhan BLK terpenuhi. 

“Setiap tahun di BLK juga ada analisa kebutuhan pelatihan kerja, sesuai daerah masing-masing. Ini akan kami optimalkan lagi,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.