Griya Kedatuan Sidhi Rumah Spiritualitas Lintas Kepercayaan di Mojokerto
SR, Mojokerto – Arek-arek Nusantara bersama tokoh lintas kepercayaan dari berbagai daerah hhhdi Jawa Timur meresmikan Griya Kedatuan Sidhi, yang memiliki arti rumah istimewa spiritual, Rabu (5/11/2025) pagi di kawasan Jolotundo, Kabupaten Mojokerto.
Peresmian Griya Kedatuan Sidhi ini ditujukan untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin kembali ke ajaran leluhur. Tempat ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi berbagai keyakinan untuk menumbuhkan spiritualitas dan nilai-nilai kearifan lokal Nusantara.
Acara peresmian dipimpin Dayu, tokoh dari agama Hindu, dan dilanjutkan dengan doa lintas agama. Sejumlah tokoh spiritual dari berbagai latar kepercayaan hadir dalam kegiatan ini, termasuk perwakilan resi, pendeta, dan kiai, yang bersama-sama memanjatkan doa untuk kedamaian dan harmoni antar umat berkeyakinan.

Menurut Ki Ageng Kinco, selaku Humas Griya Kedatuan Sidhi, keberadaan tempat ini berawal dari keresahan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap ajaran leluhur, namun belum memiliki wadah yang tepat untuk menyalurkan kegiatan spiritualnya.
“Arek-arek Nusantara bersama lintas iman atau beberapa agama dan kepercayaan yang ada di Jawa Timur meresmikan Griya Kedatuan Sidhi, yang artinya rumah istimewa spiritual,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Griya Kedatuan Sidhi akan menjadi tempat yang terbuka bagi siapa pun untuk menempuh perjalanan spiritual tanpa memandang agama atau golongan.

“Beberapa masyarakat, khususnya yang suka kembali ke ajaran leluhur, banyak yang bingung harus ke mana untuk menjalankan kegiatan spiritual atau proses spiritualnya seperti apa,” lanjutnya.
“Dari situ kita mencoba memfasilitasi siapa pun yang mempunyai keyakinan atau kepercayaan, agar bisa berteduh, bersembahyang, ataupun bersemedi bersama-sama di tempat ini,” imbuhnya.
Selain sebagai tempat bersemedi, Griya Kedatuan Sidhi diharapkan menjadi pusat kegiatan spiritual dan kebudayaan yang mempertemukan berbagai tradisi kepercayaan di Jawa Timur. “Melalui tempat ini, nilai-nilai luhur ajaran leluhur diharapkan dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” harap Ki Ageng Kinco.
Acara peresmian berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Doa lintas agama yang digelar menjadi simbol persaudaraan dan penghormatan antarumat berkeyakinan, menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan berbuat kebaikan.
Dengan diresmikannya Griya Kedatuan Sidhi di Jolotundo, Mojokerto, masyarakat kini memiliki ruang spiritual baru untuk memperdalam nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kebersamaan dalam bingkai keberagaman. (bmz/red)
Tags: griya kedatuan sidhi, mojokerto, peresmian rumah spiritualitas, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





