DPRD Jatim Hadirkan Belasan Lukisan Suarakan Nasib Petani
SR, Surabaya – Gedung DPRD Jatim tampil beda di momentum HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026). Alih-alih menghias gedung penuh kemewahan, konsep yang dituangkan justru fokus ke pertanian dan budaya.
Tampak mulai di pintu masuk terpampang hiasan berbagai ikon daerah berukuran besar, seperti tari gandrung, barongan, hingga tanaman palawija. Lengkap dengan petani yang sedang mencangkul di sawah.
Tak berhenti disitu. Gambar-gambar terkait pertanian juga tampak mengelilingi tiap pilar gedung. Hal inipun bertambah indah dengan deretan lukisan yang dipamerkan di event “Spirit 81” mulai 12-15 Oktober di gedung DPRD Jatim.
Sekretaris DPRD Jawa Timur, Mohammad Ali Kuncoro, menjelaskan, pemilihan tema agraris dihadirkan guna mempertegas peran vital daerah sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penyokong utama perekonomian warga.

Konsep kekuatan kedaulatan pangan ini, secara khusus dirancang oleh sosok yang menaruh perhatian besar pada dunia pertanian, Chairum Nawa Sabil (Kearum Sabil).
Dimana Pemilihan sektor tani dianggap sebagai representasi mendasar dari identitas serta kekuatan ekonomi masyarakat Jawa Timur. “Ini oleh Kearum Sabil karena beliau sangat peduli dengan sektor pertanian. Jadi konsepnya kekuatan kedaulatan pangan,” tegas Ali saat ditemui usai paripurna.
Selain hiasan bernuansa ketahanan pangan, area gedung dewan turut diramaikan oleh aneka ornamen ikonik kebudayaan daerah. Berbagai simbol khas mulai dari Reog Ponorogo, Tari Gandrung, Gunung Merapi, Jembatan Suramadu, hingga lambang Hiu dan Buaya Kota Surabaya dipajang memperkuat suasana, yang diperlengkap pameran lukisan di lobi gedung.
“Pameran lukisan kita pengen temanya itu tema keindahan tentang Jawa Timur dalam artian luas. Yang kedua kita juga pengin mengapresiasi para perupa untuk bisa turut serta menyemarakkan rangkaian hari jadi Jawa Timur yang ke-81,” jelasnya.

Pesan mengenai penguatan sektor pertanian yang terpancar dari dekorasi gedung tersebut selaras dengan poin utama yang disampaikan pimpinan legislatif di dalam ruang sidang paripurna.
Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf menegaskan, perayaan ulang tahun ke-81 bertema “Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan” ini harus membawa dampak konkret bagi kesejahteraan para petani.
Dalam pidatonya, Musyafa’ menyebutkan bahwa Jawa Timur mengemban amanat strategis sebagai penyangga pangan Indonesia. “Jawa Timur merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penopang ketahanan pangan Indonesia,” ujarnya saat paripurna.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi belaka, melainkan dari keterjaminan nasib pekerja sektor agraris.

“Kebijakan dan anggaran daerah harus membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mengurangi kemiskinan, serta menjamin kesejahteraan petani dan nelayan,” terangnya.
Demi mengawal keberlanjutan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan warga, dewan berkomitmen mengoptimalkan tiga fungsi utamanya, yakni pembentukan Perda yang responsif, penganggaran APBD tepat sasaran, serta pengawasan ketat terhadap program pemerintah. Kemitraan strategis antara legislatif dan eksekutif dipandang sebagai kunci utama mewujudkan tata kelola yang transparan.
“Generasi muda harus terus menguasai teknologi dan menjaga integritas guna mewujudkan Jawa Timur sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan sejahtera,” ujarnya.
Adapun, rangkaian peringatan hari jadi ini diawali dengan doa bersama untuk mendoakan Gubernur Jawa Timur pertama, Raden Mas Tumenggung Aryo Suryo, dan para pendahulu. (hk/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





