Dampak Kemarau Panjang, Warga Bangkalan Gelar Salat Minta Hujan

Rudy Hartono - 13 October 2026
Warga berdatangan ke lapangan Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan untuk menggelar Shalat Istisqa' sebagai pelengkap upaya lahiriah dalam menghadapi bencana kekeringan akibat kemarau panjang, Senin (12/10/2026)

SR, Bangkalan – Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah di Indonesia tidak hanya direspon dengan pengiriman tangki air.

Di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, masyarakat memilih jalur ikhtiar spiritual yang berdampak luas, sekaligus merancang solusi jangka panjang berbasis ilmu pengetahuan.

Ratusan warga berkumpul di lapangan Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, untuk melangsungkan salat Istisqa’.

Sebagai informasi, salat  Istisqa’ adalah salat sunnah muakkadah yang dikerjakan secara berjemaah untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkannya hujan tatkala negeri dilanda kemarau panjang atau keringnya sumber-sumber air.

Doa bersama ini dipanjatkan tidak hanya untuk bumi Madura, melainkan juga untuk seluruh wilayah di Nusantara yang sedang dilanda kekeringan dan kebakaran hutan.

Dalam khutbahnya, Ketua MWC NU Kecamatan Konang sekaligus Imam Shalat Istisqa’, KH Zakki Indar, menegaskan betapa krusialnya pasokan air bagi kehidupan warga saat ini.

“Kami warga di Konang sangat membutuhkan air, kita minta kepada Allah semoga segera diturunkan hujan,” ungkap KH Zakki Indar.

Aksi ritual memohon hujan ini diinisiasi atas keprihatinan terhadap krisis iklim yang dampaknya dirasakan hingga luar Pulau Jawa.

Direktur Lembaga Amil Zakat Gerak Kita Indonesia Pengurus Besar (LAZ Gerakin PB) PMII, H Sandi Suwardi Hasan, menjelaskan bahwa gagasan doa bersama ini telah dirancang sejak sebulan lalu pasca berkoordinasi dengan Wakil Ketua MUI, KH Muhammad Cholil Nafis.

Sandi menyoroti kondisi darurat bencana karhutla dan kekeringan nasional yang tak kunjung usai meski pemerintah telah berupaya maksimal secara fisik.

“Dan bahkan sekarang (kebakaran hutan) merambat ke Kalimantan Tengah. Bencana kekeringan dan panas yang luar biasa ini melanda hampir seluruh provinsi di Indonesia sejak Juli hingga Oktober tahun ini,” tutur Sandi usai gelaran salat Istisqa’.

Ia menambahkan bahwa krisis ini juga dialami daerah lain di Jawa Timur. “Di Jember serta daerah lain sama, tadi pagi saya mendapatkan informasi bahwa Banyuwangi juga dilanda kekeringan. Sehingga inisiatif salat Istisqa’ ini kami selenggarakan karena tidak ada lagi kecuali meminta kepada Yang Maha Kuasa, dengan Kekuasaan Allah, semoga segera turun hujan di Bangkalan dan daerah-daerah lain,” harap Sandi.

Gandeng Mahasiswa Geologi

Selain ikhtiar spiritual dan penanganan jangka pendek berupa droping air bersih oleh pemerintah daerah, aksi ini membawa pendekatan unik: memadukan doa dengan kajian sains geologi.

Kondisi kekeringan di Kecamatan Konang telah mencapai tahap krusial di mana aliran sungai hingga area persawahan mengering total. Oleh karena itu, langkah mitigasi berbasis analisis teknis mulai dirancang.

“Tadi sekilas kami mengobrol dengan tokoh masyarakat dan camat terkait mitigasi. Di sisi lain, analisis terhadap bagaimana cara mencari sumber-sumber mata air bisa diupayakan karena tidak hanya sawah bahkan sungai pun saat ini sudah kering,” jelas Sandi.

Guna mewujudkan solusi permanen, pihaknya mendorong keterlibatan elemen akademisi dan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama untuk memetakan potensi titik air tanah.

“Sehingga masyarakat di Kecamatan Konang, Bangkalan, masyarakat di Jember, dan Banyuwangi bisa segera mendapatkan solusi hari ini dan di masa mendatang untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih,” paparnya.

Langkah kolaboratif antara doa, bantuan logistik, dan pendekatan akademis ini diharapkan mampu menjadi formula efektif dalam mengatasi krisis air berkepanjangan di Bangkalan dan wilayah Indonesia lainnya

Guna mewujudkan solusi permanen, pihaknya mendorong keterlibatan elemen akademisi dan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama untuk memetakan potensi titik air tanah. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.