Siasati Dana Desa Turun, Wabup Gresik Dorong Optimasi BUMDes dan Aset
SR, Gresik – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meminta pemerintah desa lebih kreatif menggali potensi wilayah, mengoptimalkan aset, dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Langkah ini dinilai penting menyusul penurunan alokasi Dana Desa pada 2026.
Hal itu disampaikan Alif dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur tersebut diikuti unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan perangkat daerah terkait.
Alif mengatakan, pemerintah desa perlu menyesuaikan pengelolaan anggaran dengan kondisi pendanaan yang tersedia. Berkurangnya dana transfer, menurut dia, tidak boleh menghambat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, penyaluran Dana Desa di Kabupaten Gresik telah mencapai 100 persen atau sebesar Rp108,37 miliar. Sementara itu, alokasi Alokasi Dana Desa (ADD) berada di kisaran Rp172 miliar, sedangkan bagi hasil pajak meningkat menjadi Rp147 miliar.
“Dengan berkurangnya dana transfer, desa harus mampu mengandalkan kreativitas dalam mengelola potensi, aset, dan BUM Desa. Kemandirian desa perlu terus diperkuat agar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tetap berjalan secara berkelanjutan,” kata Alif.
Dari sisi anggaran, pendapatan APBDes di Kabupaten Gresik tercatat Rp330 miliar per 8 Oktober 2026, sedangkan belanja mencapai Rp267 miliar. Angka tersebut masih dapat berubah hingga akhir tahun anggaran.
Di tengah keterbatasan anggaran, Gresik telah mencapai status 100 persen desa mandiri berdasarkan indeks desa. Alif menegaskan, capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekonomi lokal dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, bukan sekadar status administratif.
Salah satu contoh pengembangan usaha desa ditunjukkan BUM Desa Cipta Sejahtera di Desa Yosowilangun. BUM Desa tersebut meraih Terbaik I Lomba BUM Desa Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025 dan Juara II Lomba BUM Desa Inspiratif Tingkat Nasional.
Pemerintah desa lain diharapkan dapat mempelajari pengelolaan usaha tersebut untuk mengembangkan potensi di wilayah masing-masing.
Desa Yosowilangun juga ditetapkan sebagai calon percontohan desa antikorupsi pertama dari Kabupaten Gresik berdasarkan penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Inspektorat Provinsi Jawa Timur pada 27 Juli 2026. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Ketua Panitia Workshop yang juga Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah I BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Sigit Sulistiyo Hadi, mengatakan evaluasi diperlukan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan desa.
Menurut Sigit, pengelolaan anggaran harus diarahkan agar penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pengawasan dan evaluasi perlu melibatkan pemerintah desa serta perangkat daerah yang berkaitan dengan perencanaan, keuangan, pembangunan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dalam penerapan tata kelola keuangan, seluruh desa di Kabupaten Gresik telah menggunakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Hingga 8 Oktober 2026, transaksi nontunai melalui Siskeudes CMS Link tercatat sebanyak 17.460 transaksi dengan tingkat keberhasilan 99,9 persen.
Workshop tersebut juga membahas pengawasan kebijakan pemerintah terkait desa, operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta mekanisme penyaluran dan pertanggungjawaban Dana Desa. Materi lainnya mencakup pengawalan akuntabilitas keuangan dan pembangunan ekonomi desa.
Penguatan pengawasan dan pengembangan sumber pendapatan lokal diharapkan dapat membantu pemerintah desa di Gresik menjaga keberlanjutan pembangunan. Dengan demikian, keterbatasan dana transfer dapat diimbangi melalui pengelolaan aset dan usaha desa yang lebih produktif serta pelayanan publik yang semakin baik. (*/rri/red)
Tags: aslachul alif, Desa Mandiri, desa yosowilangun, ekonomi kuat, gresik, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





