DPRD Jatim Dukung Peniadaan Ujian Nasional

Yovie Wicaksono - 8 February 2021
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Idi, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Selasa (17/3/2020). Foto : (Antaranews)

SR, Surabaya – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana mendukung Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tentang peniadaan Ujian Nasional (UN) mengingat situasi masih darurat Covid-19.

“Sangat responsif karena mempertimbangkan dan mengutamakan keselamatan kesehatan anak didik, pendidik dan tenaga kependidikan sehingga sudah layak ditiadakan pelaksanaan UN,” ujarnya, Senin (8/2/2021).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, peniadaan UN juga didukung karena proses belajar mengajar juga berjalan tidak normal atau secara daring. ”Sebetulnya, sekolah tentunya sudah ada track record terkait siswa per siswa, bagaimana kemampuannya atau prestasi sebelum pandemi,” ujar mantan Ketua DPRD Kediri ini.

Dengan berpegang dan melihat track record siswa saat tatap muka berlangsung sebelum pandemi, sekolah diberi kewenangan memutuskan lulus dan tidaknya siswa.

“Tentunya semua berharap segera normal kembali agar semua proses belajar mengajar kembali normal, dan seluruh tahapan proses kenaikan kelas, kelulusan bisa berjalan seperti sebelum ada pandemi,” tandasnya.

Sekedar informasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) pada 1 Februari 2021.

Isinya menjelaskan UN dan Ujian Kesetaraan tahun 2021 ditiadakan. Maka UN dan Ujian Kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Didalam SE itu juga disebutkan pengganti persyaratan yang harus ditempuh siswa didik untuk dinyatakan lulus sebagai dampak ditiadakannya UN antara lain menyelesaikan Program Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.