Dirut Garuda Indonesia Diberhentikan, Presiden : Jangan Main-main

Yovie Wicaksono - 7 December 2019
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan resmi di sela kunjungan kerja ke Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019). Foto : (Biro Pers Presiden)

SR, Tangerang Selatan – Presiden Joko Widodo mengatakan sikap tegas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang memberhentikan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra alias Ari Askhara dari jabatannya sebagai konsekuensi atas tindakan pelanggaran yang telah dilakukan harus dijadikan pesan yang sangat jelas dan tegas.

Langkah tersebut merupakan pesan agar seluruh jajaran pejabat tinggi BUMN dapat bekerja dengan baik sekaligus menjaga integritas.

“Saya kira pesannya tegas sekali. Sudah, saya enggak akan mengulang. Jangan ada yang mengulang-ulang seperti itu lagi,” kata Presiden di sela kunjungan kerja ke Tangerang Selatan, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya, apa yang dilakukan Erick Thohir juga harus menjadi perhatian seluruh BUMN yang ada. Kepala Negara tentunya tak ingin peristiwa serupa kembali terjadi di kemudian hari.

“Menteri BUMN kemarin sudah tegas sekali. Itu pesan untuk semuanya, jangan main-main,” tuturnya.

Barang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Foto : (Antara)

Melansir tempo.co, kasus pemberhentian Ari Askhara dari jabatannya tersebut bermula saat Direktorat Jenderal Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta memeriksa pesawat baru Garuda Indonesia tipe Airbus A330-900 yang bertolak dari Toulouse, Prancis, pada 17 November lalu. Petugas menemukan 18 kotak bawaan penumpang dan 15 diantaranya berisi suku cadang motor Harley-Davidson dalam kondisi terurai. Adapun tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.

Berdasarkan laporan Komite Audit, Ari Askhara diduga pemilik sepeda motor Harley-Davidson ini. Ari memesan motor tersebut didahului dengan komitmen pembayaran awal. Skemanya dia mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening Finance Manager Garuda Indonesia di Amsterdam.

Untuk memuluskan pemesanan itu, dia meminta seseorang berinisial IJ yang diduga masih petinggi Garuda Indonesia untuk membantu pengiriman motor Harley-Davidson tersebut. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.