Koi Show Bupati Cup 2021, Ajang Prestisius Pecinta Koi

Yovie Wicaksono - 29 March 2021
Koi Show Bupati Cup 2021. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sebanyak 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian dalam kontes Koi Show Bupati Cup 2021 yang digelar mulai 26 – 28 Maret 2021.

Ketua panitia, Agung Wibowo mengatakan, sedikitnya ada 2300 ikan koi yang diikutkan dalam lomba ini. Adapun kriteria penilaian adalah tentang kualitas warna, badan dan polanya.  

“Kriteria lainnya ada, tapi itu yang utama. Yang ikut kontes seluruh Indonesia antara lain Makassar, Papua dan Kalimantan,” ujarnya.

Pelaksanaan Koi Show Bupati Cup 2021 ini dibedakan dalam 9 kategori, yakni junior champions, mini champions, baby  champions, young champions dan green champions. 

“Green Champions ukurannya gede 56 – 65 centimeter,” kata Agung  Wibowo. 

Dari sekian ribu ikan koi yang ikut lomba, beberapa diantaranya merupakan ikan koi impor yang harganya mencapai ratusan juta. 

“Kalau yang dilombakan jenis impor itu harganya ratusan juta, macam-macam semua jenis bisa mahal, terpenting adalah kualitasnya. Paling banyak peminatnya ikan koi jenis koi sanke,” katanya.

Ajang Koi Show Bupati Cup 2021 ini dinilai sangat prestisius. Para peserta sepertinya tidak terlalu mengejar hadiah lomba uang pembinaan Rp 1.000.000 juta dan tropy. 

“Nilai prestisius yang dicari, yang jelas karena dia punya ikan bagus ingin ikut lomba dan juara ada kebanggaan. biasanya kalau juara daya jualnya bisa naik. Tapi kalau penghobi biasanya tidak dijual walaupun mahal,” terangnya. 

Seperti halnya peserta lomba dari Jogja Koi Klub, Aji. Ia bersama dengan 15 temannya bukan karena semata-mata mengejar hadiah lomba. Bagi pria berusia 35 tahun ini, lomba Koi dinilainya sangat prestisius. Apalagi jika sudah ditetapkan sebagai pemenang, nilai ekonomis ikan biasanya akan naik.

“Motivasi saya datang ke sini, selain hobi saya juga dagang (seller) . Ikan yang saya bawa cuma 15. Kalau teman-teman saya dari Jogja bawa 70 ekor ikan koi.  Selama Pandemi, saya sudah ikut 4-5 kali lomba, besok rencananya ke Wonosobo dan Bandung,” katanya.

Sekedar informasi, ini adalah lomba yang kesembilan. Seharusnya, lomba ini digelar tahun lalu, namun tertunda karena Covid-19.

Penyelenggaraan tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Panitia dan juri diwajibkan untuk mengikuti swab antigen, termasuk peserta dari luar kota. Pendaftaran peserta juga dilakukan secara online. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.