Diduga Keracunan MBG, Ribuan Pelajar Tulungagung Jalani Survei Epidemiologi

Rudy Hartono - 22 January 2026
Perawat memasang infus pada siswa yang diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026). (foto: antara)  

SR, Tulungagung  – Ratusan pelajar SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung Jawa Timur, Selasa (20/1/2026) mengalami diare yang diduga disebabkan menu makan bergizi gratis (MBG).

Merespons kejadian itu,  Satgas MBG Tulungagung menurunkan tim survei epidemiologi untuk memeriksa seluruh pelajar, sekitar 2 ribuan pelajar dari 51 kelas.

Sekretaris Satgas MBG Tulungagung Sony Welly Ahmadi mengatakan, survei epidemiologi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Tulungagung serta Puskesmas Beji dan Puskesmas Boyolangu.

“Total sasaran sekitar 2 ribu pelajar. Saat pelaksanaan survei, sekitar 75 pelajar belum masuk sekolah, sementara pelajar yang sebelumnya mengalami diare sudah kembali masuk dan secara visual terlihat sehat,” kata Sony di Tulungagung.

Ia menjelaskan survei dilakukan sebagai langkah deteksi dini dan kewaspadaan. Apabila masih ditemukan pelajar dengan keluhan kesehatan, petugas akan segera merujuk ke Puskesmas Beji atau Puskesmas Boyolangu untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini, petugas masih menelusuri kondisi 70 pelajar yang tidak hadir untuk memastikan apakah keluhan sakit berkaitan dengan konsumsi MBG atau disebabkan faktor lain.

“Kami masih mendalami apakah pelajar yang tidak masuk sekolah tersebut sudah sakit sebelumnya atau mengalami keluhan setelah insiden MBG,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung dr. Aris Setiawan mengatakan survei epidemiologi dilakukan untuk mengumpulkan data tambahan guna memperkuat hasil uji laboratorium sampel MBG yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

Menurut Aris, survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pelajar yang memuat pertanyaan terkait makanan yang dikonsumsi, cita rasa, serta gejala yang dirasakan setelah mengonsumsi MBG.

Siswa mengisi jawaban pada e-formulir survei epidemiologi dari Satgas MBG di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026). (foto: antara)

SPPG Berhenti Sementara  

Keluhan diare massal itu diduga disebabkan menu MBG yang dikonsumsi pelajar dan guru SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, Senin (19/1/2026). Menu MBG diketahui dikonsumsi pada pukul 08.00 WIB. Pada pukul 20.00 WIB mereka mulai mengalami gejala diare.

Gejala itu berlanjut hingga Selasa (20/1/2026). Bukan hanya ratusan siswa. Keluhan diare juga dialami sejumlah guru.

Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan sebagai pemasok menu MBG di SMKN 3 Boyolangu. Langkah yang diambil SPPG langsung melakukan penarikan semua menu MBG yang didistribusikan pada Selasa.

SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan juga telah didatangi Sekretaris Satgas MBG Tulungagung mengklarifikasi pelaksanaan MBG. Hasil peninjauan sementara, diare yang dialami para pelajar, termasuk guru diduga berasal dari menu nasi putih, ayam bakar, tahu kuning, sambal kecap, selada dan semangka.

Dengan adanya peristiwa diare massal itu operasional SPPG Yayasan Mutiara Rawa Selatan dihentikan sementara, menunggu hasil pemeriksaan uji sampel di laboratorium di Surabaya. (*/ant/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.