Dewan Jatim Jalani Vaksinasi Covid-19

Yovie Wicaksono - 26 February 2021
Anggota DPRD Jatim, Daniel Rohi saat menjalani vaksinasi Covid-19 di Gedung DPRD Jatim, Jumat (26/2/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Sebagai salah satu kelompok pelayan publik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mulai menjalani vaksinasi dosis pertama di Gedung DPRD, Jalan Indrapura Surabaya pada 14.00 – 17.00 WIB, Jumat (26/2/2021).

“Hari ini kita melakukan vaksinasi di salah satu kelompok pelayanan publik, yakni bapak ibu yang ada di DPRD Jatim bersama dengan staf nya dan kami menyiapkan vaksin sekitar 200,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana saat meninjau proses vaksinasi di DPRD Jatim.

Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi mengucapkan terima kasih karena anggota DPRD Jawa Timur berkesempatan mendapatkan vaksinasi, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Karena bagaimanapun interaksi teman-teman anggota terhadap masyarakat itu kan tinggi, kalau anggota itu sendiri membawa virus itu nanti kan bisa menyebarkan ke masyarakat, sehingga memang teman-teman harus terbebas dari Covid-19,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ida Bagus Nugroho saat menjalani pemeriksaan fisik di Meja 2 sebelum dilakukan vaksinasi Covid-19. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

Kusnadi menambahkan, dengan adanya vaksinasi ini, diharapkan anggota DPRD Jawa Timur sebagai unsur pemerintahan bisa tetap menjalankan tugas dengan baik, untuk bisa bersama dengan rakyat bergotong royong membuat Jawa Timur bangkit dari kondisi saat ini.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih menyambut baik adanya vaksinasi ini, mengingat ia beresiko tinggi terpapar virus Covid-19 dengan mobilitas nya yang cukup tinggi dan memiliki balita di usia menyusui.

“Ini berita gembira untuk saya. Mungkin dengan divaksin, rasa khawatir saya bisa berkurang, bukan hilang tapi berkurang karena keluarga belum divaksin. Dan saya rasa ini aman karena sudah melewati penelitian,” ujar perempuan yang akrab disapa Sasa ini.

 

Sedangkan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari terpaksa harus menunda proses vaksinasi setelah sehari sebelumnya berkonsultasi terkait hipertiroid yang dialaminya.

“Karena saya punya hipertiroid jadi kemarin saya kontrol, semalam sudah muncul hasil lab nya dan saya bawa ke ahli endokrin di RS Premier dan beliau menyarankan untuk menunda vaksin. Saya harus diterapi dua minggu dulu, kemudian cek lagi teroid saya, kalau sudah masuk range yang di tentukan baru boleh vaksin,” ujar Agatha.

Sekretaris DPRD Jatim, Andik Fadjar Tjahjono mengatakan, anggota DPRD Jawa Timur sendiri ada sebanyak 120 orang. Untuk anggota dewan yang berhalangan mengikuti vaksinasi kali ini akan kembali dijadwalkan untuk mengikuti vaksinasi di lokasi berikutnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.