Beban Biaya Berat, Orang Tua dari Anak Disabilitas Perlu Program Penguatan Ekonomi Khusus

Rudy Hartono - 12 March 2026
Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya, Agatha Retnosari. (foto: vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya – Di tengah dinamika pembangunan Kota Surabaya, perhatian terhadap kesejahteraan keluarga penyandang disabilitas menjadi isu krusial yang terus disuarakan oleh tokoh PDI Perjuangan, Agatha Retnosari.

Ia menekankan bahwa efektivitas program pemberdayaan bagi kelompok rentan ini hendaknya didukung oleh ekonomi keluarga yang stabil. Sebab, salah satu faktor yang bisa menyulitkan keluarga adalah beban finansial untuk membiaya dan merawat anak penyandang disabilitas.

“Berdasarkan observasi saya, biaya membesarkan anak difabel atau anak berkebutuhan khusus  membutuhkan biaya 4 kali lipat lebih banyak daripada kalau membesarkan anak yang biasa saja. Jadi tentunya beban finansial orang dari anak difabel empat kali lebih banyak pula, sehingga diperlukan pendapatan finansial yang stabil,” papar anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 itu.

Atas kondisi itu, Agatha berharap program pemerintah yang sudah berjalan saat ini bisa menjangkau dan menyasar para orang tua -dari anak penyandang disabilitas.  Terutama bagi penyandang disabilitas yang masih dalam usia anak-anak, intervensi yang paling efektif adalah melalui pemberdayaan ekonomi sang ibu atau ayah agar keluarga tetap berdaya.

Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi tersebut, Agatha mengusulkan adanya dukungan konkret berupa pemberian bantuan modal, pelatihan keterampilan, hingga kemudahan dalam pengurusan perizinan usaha. Ia menyoroti pentingnya akses terhadap Nomor Induk Berusaha (NIB) serta Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang disediakan gratis.

“Nah, PIRT itu kan gratis ya kalau di Pemkot. Nah, itu mungkin bisa lebih menyasar tidak hanya ke kawan-kawan muda yang difabel, tapi juga orang tua atau keluarga penyandang difabel,” usul sarjana Teknik Lingkungan ITS Surabaya itu.

PDI Perjuangan Kota Surabaya sendiri telah mengambil langkah nyata melalui inisiatif “Balai Kreasi” sebagai wadah pemberdayaan bagi kelompok disabilitas. Melalui wadah ini, kader partai aktif merangkul dan mengoordinasikan beberapa UMKM yang melibatkan kawan-kawan disabilitas untuk tetap produktif menghasilkan karya. “Kehadiran Balai Kreasi menjadi bukti komitmen partai dalam memberikan ruang kreatif dan ekonomi bagi mereka yang membutuhkan pendampingan khusus,” kata Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya.

Kualitas produk yang dihasilkan oleh kelompok binaan ini pun terbukti mampu bersaing di tingkat nasional. Produk-produk hasil karya kawan-kawan disabilitas binaan PDI Perjuangan ini bahkan telah mendapatkan kesempatan emas untuk dipamerkan dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai di Jakarta beberapa waktu lalu. Agatha menyebutkan bahwa apresiasi yang datang sangat besar karena karya yang dihasilkan dinilai sangat bagus dan memiliki standar profesional yang tinggi.

Ke depan, PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus hadir sebagai jembatan dalam membukakan akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM disabilitas. Melalui upaya kolektif ini, diharapkan beban ekonomi keluarga yang mencapai empat kali lipat tersebut dapat diringankan melalui pendapatan mandiri yang stabil.

“Harapannya adalah PDI Perjuangan Kota Surabaya itu secara tidak langsung bisa membantu untuk membukakan pasar untuk kawan-kawan UMKM khususnya yang mengkoordinir kawan-kawan kita (disabilitas),” pungkas Agatha. (js/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.