Debat Pilpres Keempat Angkat Isu Lingkungan, BRUIN Minta Cawapres Perhatikan Ini
SR, Surabaya – Isu lingkungan hidup yang menjadi salah satu tema dalam debat Pilpres pada 21 Januari 2024 mendatang, menjadi perhatian para penggiat lingkungan, salah satunya Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN).
Adapun, debat keempat merupakan giliran cawapres untuk mengemukakan pendapatnya tentang beberapa hal yakni Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.
Atas hal ini, Koordinator Sensus Sampah BRUIN Muhammad Kholid Basyaiban menyebut, persoalan lingkungan sangat layak menjadi perhatian dalam kontestasi Pemilu 2024.
Terlebih, beragam persoalan seperti pencemaran sampah plastik hingga tata kelola sampah di Indonesia telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan sensus sampah BRUIN Maret 2022 sampai November 2023, menunjukkan sebanyak 65 persen penduduk Indonesia tidak punya layanan tata kelola sampah dan menyebabkan maraknya pencemaran utamanya di sungai.
“Kita mulai Maret 2022 sampai November 2023 sensus sampah plastik ditemukan banyak sekali pelanggaran lingkungan dari produsen yang harusnya ada tanggung jawab sesuai skema tanggung jawab lingkungan,” ujarnya saat konferensi pers, Kamis (11/1/2024).
Untuk itu, ia berharap cawapres mampu menyuarakan isu tersebut utamanya sampah plastik, agar mendapat perhatian pemerintah dan produsen, serta edukasi ke masyarakat.
“Kondisi sampah plastik sudah sangat urgent jadi kita menuntut adanya pemimpin yang menyuarakan isu lingkungan. Di Indonesia hanya 35 persen penduduk yang mendapat layanan tata kelola sampah dan itu menyasar daerah perkotaan,” ucapnya.
Pihaknya pun berharap, isu pencemaran lingkungan tak sekadar menjadi tema debat, melainkan momen pemerintah membenahi masalah lingkungan menuju Indonesia bebas polusi plastik.
“Harapannya pemerintah, calon pemimpin negara nantinya juga ikut memikirkan bagaimana lingkungan bersih dari polusi plastik,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: BRUIN, Debat cawapres, isu lingkungan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.






