Celia Nooren Melawan Arus, “Toean & Poean” Musik Klasik Nuansa Kolonial
SR, Surabaya – Tak banyak musisi muda yang berani keluar dari arus utama dan memilih jalur ekspresi yang sangat spesifik. Tapi Celia Nooren justru menemukan ruangnya di tempat yang tidak biasa: musik klasik bernuansa kolonial.
Lewat single terbarunya bertajuk Toean & Poean, Celia menawarkan sensasi musikal yang membawa pendengarnya kembali ke tahun 1930–1940, era ketika ejaan lama dan gaya hidup tempo dulu.
Dalam proyek musik ini, Celia tampil bersama formasi penuh yang terdiri atas Jojo Noegroho (terompet), Hioe Wibawa (drum), Abdoel Malik (gitar), Ubaid (trombone), Arif N. Hoeda (contra bass), Crescendo Daniel (tenor saxophone), serta dirinya sendiri sebagai vokalis dan pemain piano.
Bersama-sama, mereka membentuk satu kesatuan harmoni yang menyalurkan warna gypsy jazz yang autentik, klasik, dan penuh karakter. Judul lagunya pun ditulis menggunakan ejaan lama. “Karena vibes lagunya memang mengarah ke tahun 1930 sampai 1940,” jelas Hans, music director sekaligus ayah kandung Celia dalam talk show NGOPI (Ngobrolin Penyanyi Indonesia) Program Nusantara Bagus, di Super Radio 88,5 FM, Surabaya, Jumat (11/7/2025).
Tak hanya dari lirik dan penulisan, seluruh pendekatan produksi lagu ini pun mengikuti cara kerja zaman dahulu: minim teknologi dan minim mixing. “Kami ingin meniru metode lama seperti itu,” lanjut Hans.
Dibesarkan dalam keluarga seni, Celia sudah akrab dengan musik dan kreativitas sejak kecil. Sejak usia 7 tahun ia bermain piano, dan kini tengah menempuh pendidikan Musik Klasik di SMKN 12 Surabaya.
Selain bermusik, ia juga hobi melukis. Tak heran jika gaya visual dan musikalnya begitu antik dan berkarakter. “Lewat karakter musik dan visualku, aku ingin memperkenalkan hal-hal yang antik seperti musik lama ke teman-teman yang seumuran,” ungkap gadis berambut panjang ini.
Inspirasi lagu Toean & Poean datang dari seniman legendaris seperti P. Ramlee dari Malaysia dan Ismail Marzuki dari Indonesia. Proses penciptaan lagunya pun cepat, hanya butuh waktu dua jam. “Belum ada kesulitan karena ini tipe lagu yang aku suka,” kata Celia santai.
Meski terdengar seperti musik lama, Toean & Poean justru menyasar pasar yang luas. “Siapa pun bisa dengar lagu ini, cocok banget didengarkan saat chill out atau sambil mengerjakan pekerjaan rumah,” tambah musisi yang beranjak dewasa ini.
Karya ini menjadi bukti bahwa musik tidak harus selalu mengikuti tren. Dengan riset mendalam dan keberanian untuk tampil beda, Celia Nooren bersama bandnya berhasil menghidupkan kembali keindahan musik tempo dulu dalam balutan karya yang segar dan orisinal. (dv/red)
Tags: celia nooren, Musisi, Ngopi, nusantara bagus, superradio.id, surabaya, toean poean
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





