Cegah Banjir Tahunan, Martin Hamonangan: Banyuwangi Butuh Embung dan Perbaikan Saluran Drainase

Yovie Wicaksono - 6 November 2022

SR, Banyuwangi – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Martin Hamonangan mengatakan, banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Banyuwangi salah satunya di wilayah Kalibaru pada Jumat (4/11/2022), sebagai dampak dari peralihan fungsi lahan di perbukitan di daerah tersebut.

“Banjir ini disebabkan pergeseran peruntukan lahan yang ada di dataran tinggi (gunung). Lahan hutan berubah menjadi lahan perkebunan dan persawahan. Pemanfaatan lahan hutan menjadi lahan perkebunan dan pertanian,” ujar Martin saat sedang mendirikan posko untuk korban banjir di Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (5/11/2022).

Perubahan peruntukan lahan tersebut, sambung politisi PDI Perjuangan ini, membawa dampak resapan air hujan di dataran tinggi dan tidak dapat ditahan oleh tanaman keras yang ada di hutan, sehingga langsung terjun bebas ke bawah ke kawasan pemukiman.

Mantan advokat senior di Surabaya ini mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut diharapkan adanya pemanfaatan lahan hutan, dibuatkan saluran drainase yang memadai.

“Jika sangat urgen atau penting sekali, maka perlu dibuatkan embung di setiap wilayah yang selalu menjadi langganan banjir bandang,” jelasnya.

Adapun fungsi embung tersebut, kata Martin, antara lain ketika musim hujan embung dapat menampung kelebihan air yang nantinya ketika musim kering bisa dimanfaatkan untuk pengairan persawahan atau perkebunan. 

“Itu harapan saya dan salah satu solusinya untuk mencegah banjir bandang tahunan. Namun, jika pemerintah provinsi kesulitan untuk merealisasikan embung-embung tersebut, tentunya juga dapat disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk pembiayaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, banjir menerjang Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/11/2022) malam. Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah warga rusak hingga menyebabkan tiga jembatan penghubung putus. 

Selain di Desa Kalibaru Wetan, banjir bandang juga merusak sejumlah fasilitas umum di desa lain di Kecamatan Kalibaru. BPBD Banyuwangi juga mencatat ada sejumlah kendaraan yang hanyut akibat diterjang banjir. Bahkan belasan ternak warga juga hilang. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.