Bupati Trenggalek Ajak Milenial Lestarikan Budaya Jawa

Yovie Wicaksono - 3 August 2019
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan istri mengikuti pawai Etnic Carnival di Trenggalek, Sabtu (3/8/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Trenggalek – Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, mengajak kaum milenial agar turut serta melestarikan budaya Jawa pada ajang “Pawai Etnic Carnival” yang digelar di daerah itu  dalam menyongsong HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

“Ini kostum casual saja, cuma hem terus dibebet dengan kain jarik kemudian pakai blangkon,” kata Bupati Nur Arifin yang dikonfirmasi Antara usai mengikuti Pawai Etnic Carnival tingkat SMA/SMK keliling jalan raya di Kota Trenggalek, Sabtu (3/8/2019).

Laiknya peserta pawai lain, Nur Arifin tampil bersahaja dengan nuansa Jawa, demikian juga sang istri Novita Hardiny yang menggendong putra mereka yang masih balita.

Tokoh muda yang akrab disapa Mas Ipin ini mengatakan, maraknya budaya pop (pop culture) telah menyebabkan kaum milenial meniru budaya-budaya asing dan mengenyampingkan budaya asli sebagai identitas bangsa.

Hal itulah yang membuat bupati termuda ini ingin mendorong kaum milenial untuk ikut melestarikan budaya warisan leluhur.

Dalam berbagai kesempatan, tak jarang ia mengenakan atribut adat Jawa, seperti halnya dalam kegiatan karnaval etnik tersebut.

“Maksud saya, biar anak-anak milenial itu tidak merasa bahwa adat Jawa itu ribet. Jowo itu artinya ‘mowo coro’ (banyak cara). Jadi ada cara untuk kita berpenampilan berkepribadian bangsa tanpa harus ribet,” katanya.

Meski sederhana cara berpakaian Nur Arifin diakuinya cukup modis, namun tetap tidak meninggalkan nuansa Jawa.

Dia mengakui, cara berpakaian seperti ini bisa dijadikan acuan bagi generasi muda untuk tetap melestarikan pakaian adat.

Kehadiran Bupati Trenggalek dan istri di antara barisan kehormatan Setda Trenggalek, menjadikan pusat perhatian masyarakat. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.