Buleks Minta Pemkot Surabaya Cegah Penjualan Parsel Kadaluwarsa

Rudy Hartono - 6 March 2026
Ketua fraksi PDI Perjuangan sekaligus anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono

SR, Surabaya – Tradisi mengirim parsel menjadi fenomena yang tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idul Fitri. Sayangnya di balik kemasan yang cantik dan mewah, tersimpan risiko kesehatan yang serius jika tidak dibarengi dengan pengawasan ketat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya Budi Leksono menyebut, berdasarkan pengalaman, seringkali euforia parsel melupakan aspek penting yakni tanggal kadaluwarsa. Tak jarang selang sebulan, parsel makanan yang ingin dimakan justru sudah masuk tanggal expired.

Untuk itu, ia mendorong Pemkot Surabaya  memperketat pengawasan penjualan parsel di Kota Pahlawan. Jangan sampai euforia Idulfitri justru menjadi petaka akibat keracunan parsel kadaluwarsa.

“Jadi saya sendiri pernah, setelah saya buka itu sebulan dari hari raya ternyata expired,” ucap anggota Komisi B DPRD Surabaya itu, Rabu (4/3/2026).

Pengawasan, lanjutnya, perlu dilakukan mendalam. Terutama pada pedagang yang menjajakan parsel makanan dan minuman. Memastikan kualitas nya aman agar tak membahayakan konsumen.

“Harus hadir petugas dari pemerintah Kota Surabaya terkait dengan adanya parcel-parsel yang dalam kemasan seperti roti atau makanan. Nah ini yang yang paling paling penting,” tuturnya.

Terlebih banyak pedagang yang membuat promo besar-besaran jelang Idulfitri. Pedagang harus jujur. Jika barang yang dijual mendekati kadaluwarsa, harus diberi keterangan agar konsumen tak tertipu harga murah.

“Karena gini loh, ini bulan keberkahan dapat job buat bingkisan atau jualan tidak di kontrol. Sehingga oh ini ada barang yang mepet-mepet harganya, itu diantisipasi ya,” tuturnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.