Bertemu Ketua DPRD Jatim, LP2BN Wadul Soal Uri-Uri Budaya

Yovie Wicaksono - 19 May 2022
Bertemu Ketua DPRD Jatim, LP2BN Wadul Soal Uri-Uri Budaya. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) mendatangi gedung DPRD Provinsi Jawa Timur pada Rabu (18/5/2022).

Ketua Umum Lembaga Pelindung dan Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) Ki Aris Sugito menyebut, tujuan kedatangan mereka guna mengusulkan uri-uri budaya yang mulai luntur di masyarakat.

Ki Aris mengaku miris, melihat semakin jarangnya orang paham tentang adat istiadat dan budaya sendiri. Sebagai contoh, dalam satu wilayah saja hanya sedikit orang yang paham tentang sejarah desanya.

Untuk itu, ia mengusulkan adanya payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) yang di dalamnya mendukung pelestarian dan pemeliharaan budaya di Jawa Timur. Salah satunya tentang pembentukan lembaga adat desa. 

“Dulunya yang ada itu kepala adat. Sekarang di perkembangan dunia ilmu tata desa, sudah selayaknya itu berbentuk lembaga,” ucapnya dalam audiensi bersama Ketua DPRD Provinsi Jatim, Kusnadi.

Disamping Perda, pihaknya juga mengusulkan beberapa kegiatan yang dapat membantu upaya pelestarian budaya. Mulai dari lomba sejarah desa hingga Kirab Tumpeng Agung Nusantara.

“Ini yang kesini kurang lebih 40 orang perwakilan se-Jawa Timur. Harapannya kita semakin guyub rukun bersatu,” ungkapnya.

Mendengar usulan ini, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi pun mengungkapkan apresiasinya. Ia mengaku senang karena hal ini menjadi pelecut bangkitnya pelestarian kesenian dan adat istiadat di daerah.

“Saya mendukung penuh ada lomba tentang sejarah desa. Ini adalah satu sarana agar mau tidak mau masyarakat akan nguri-uri sejarah kawasannya,” kata Kusnadi.

Oleh karena itu, terkait Perda, ia meminta LP2BN untuk segera membentuk tim kecil yang bertugas menyusun substansi yang harus dimasukan.

“Maka saya minta kepada mereka, membuat kajian apa yang mau dituangkan dalam Perda itu. Mereka bikin saja substansi nya nanti kita memfasilitasi merumuskan legal drafting,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.