Bertemu 450 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah, Begini Pesan Puti Guntur Soekarno

Yovie Wicaksono - 5 January 2022
Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno dalam silaturahmi kebangsaan di Gedung Wanita, Surabaya, Selasa (4/1/2022). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno menggelar silaturahmi kebangsaan bersama 450 mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur aspirasi serta perkumpulan rumah budaya di Gedung Wanita, Surabaya, Selasa (4/1/2022). 

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Wakabid Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jatim Whisnu Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Anggota komisi E DPRD Jatim Hari Putri Lestari, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Bambang Riyoko, perkumpulan Rumah Budaya, serta beberapa pelaku UMKM.  

Puti Guntur Soekarno mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus membangun kembali semangat para generasi muda.  Lewat jalur aspirasi yang diusungnya ini, bukan hanya para mahasiswa saja, melainkan para pegiat seni dan budaya juga bisa mendapatkan bantuan.

Pegiat seni ini lanjutnya, dipilih karena berdasarkan fakta di lapangan, mereka lah yang paling terdampak pandemi. Penghasilan mereka seketika hilang karena adanya pembatasan-pembatasan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.  Oleh karena itu dengan bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat serta kreatifitas mereka dalam berkarya.

“Ini dari jaring aspirasi karena dapil saya di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan juga tidak hanya kuliah tapi juga jalur aspirasi untuk komunitas budaya yang Alhamdulillah juga bisa mendapat bantuan, karena saat pandemi sangat terdampak sekali,” ujar Puti Guntur Soekarno.

Ia pun berpesan kepada para penerima bantuan tersebut terutama para milenial, agar dapat memanfaatkan ini dengan bijak. Sebagai calon-calon penerus bangsa, mereka harus siap ditempa, tidak patah semangat, dan terus menjunjung nilai-nilai Pancasila serta budaya Indonesia.

“Semangat kebangsaan, persatuan, saling gotong royong itu yang harus dijaga. Silahkan dengan merdeka menyukai apa yang kalian inginkan, kalian keluarkan pemikiran kalian untuk Indonesia, tapi jangan sekali-kali lupakan nilai luhur bangsa,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, para perwakilan mahasiswa juga secara bergantian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Puti Guntur Soekarno. Salah satunya disampaikan oleh Jesica, mahasiswi Unair yang menerima beasiswa tersebut. Mewakili para mahasiswa, ia berjanji akan mengembangkan potensi agar bisa bermanfaat bagi negeri dengan memegang teguh nilai-nilai Pancasila.

“Saya ucapkan terima kasih kepada ibu Puti yang memperjuangkan hak kami sehingga kami bisa kuliah. Dengan bantuan ini kami tidak akan menyia-nyiakan baik di akademik maupun non akademik, dan akan berusaha komitmen serta aktif dalam kemahasiswaan dengan ideologi seperti Bung Karno,”  ucap Jesica.

Mendengar hal tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengucapkan selamat kepada para penerima KIP. Ia turut berpesan agar generasi muda tidak takut untuk masuk ke dunia politik, karena negeri ini memerlukan pemikiran-pemikiran kreatif untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik.

“Saya ucapkan selamat bagi mereka yang telah mendapat beasiswa KIP jaring aspirasi. Generasi muda ini adalah generasi milenial yang akan bisa menggantikan kita ini,” kata pria yang akrab disapa Cak Ji itu. 

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Whisnu Sakti Buana. Menurutnya, kekuatan negeri ini ada pada anak-anak muda. Mereka lah yang nantinya akan membawa Indonesia menjadi lebih jaya. 

“Sehingga tidak perlu ragu masuk dunia politik. Seperti filosofi telur, jika pecah dari luar tidak akan menjadi apa-apa, maka ubahlah sistem pecahnya dari dalam sehingga muncul kehidupan baru menjadi anak ayam,” katanya.

“Di pundak kalian lah Indonesia menjadi lebih baik dan jaya. Saya berharap niatkanlah untuk memperbaiki negara ini, terjunlah ke dunia politik. Karena mengubah sistem dari luar itu tidak mudah, Kalau ingin mengubah sistem Indonesia jadi lebih baik maka ubahlah dari dalam,” sambung Whisnu. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.