Plh Wali Kota Surabaya Jelaskan Capaian dan Arah Pembangunan

Rudy Hartono - 1 June 2026
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji saat puncak peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS) di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026). (foto: antara)

SR, Surabaya  – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji memaparkan capaian dan arah pembangunan saat puncak peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS) di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026).

Armuji mengatakan peringatan HJKS bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali jati diri Surabaya sebagai kota perjuangan yang tumbuh dan berkembang melalui semangat gotong royong serta persatuan seluruh warganya.

“Surabaya besar bukan karena satu orang atau satu kelompok, tetapi karena kerja sama seluruh warganya dari kampung, balai RW, sekolah, pasar, tempat ibadah, ruang usaha hingga ruang pelayanan publik,” ujar Armuji.

Pemkot Surabaya mengusung tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat” yang menjadi pengingat bahwa seluruh proses pembangunan harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya. (foto: antara)

“Tema Pancasila Kuat Surabaya Hebat, mengingatkan kita bahwa kemajuan kota harus berpijak pada nilai-nilai dasar bangsa,” katanya.

Ia mengatakan, di sektor kesehatan, Pemkot Surabaya terus memperkuat layanan kesehatan melalui tiga rumah sakit umum daerah, program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans satu puskesmas, integrasi layanan primer di 153 kelurahan, hingga 2.191 Posyandu Keluarga.

“Upaya ini membawa indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Surabaya mencapai 85,65%, sebagai yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur,” tutur Armuji.

Di samping itu, prevalensi stunting di Kota Surabaya juga terus mengalami penurunan hingga mencapai 0,59 persen pada 2025. “Hingga tahun 2025, prevalensi stunting kita telah mencapai 0,59 persen,” kata Armuji.

Warga berebut tumpeng saat peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS) di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026). (foto: antara)

Pada sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. “Pemberian beasiswa pemuda tangguh diberikan kepada 16.801 siswa SMA, SMK, MA serta 5.874 mahasiswa,” kata dia.

Armuji memastikan Pemkot Surabaya akan memprioritaskan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.

“Ke depan kita memfokuskan pada pemberian akses pendidikan yang tinggi bagi anak keluarga miskin agar pendidikan menjadi senjata untuk merubah kesejahteraan keluarga menjadi yang lebih baik,” katanya.

Pemkot Surabaya akan terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembukaan lapangan kerja, pendampingan UMKM, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta pembangunan yang inklusif. “Kita ingin Surabaya tetap tumbuh tapi juga adil. Ekonominya bergerak tetapi warganya tidak tertinggal,” ujarnya.

Di bidang lingkungan, Pemkot Surabaya terus memperkuat pengelolaan sampah melalui TPS 3R, rumah kompos, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat saat ini mampu mengolah 168,62 ton sampah per hari.

“Sementara itu pengelolaan sampah melalui pembangkit tenaga listrik sampah mampu kelola sampah sampai dengan 1.600 ton per hari dan menghasilkan total kapasitas energi hingga 11 Megawatt per hari,” ujarnya.

Pada sektor infrastruktur, Pemkot Surabaya melakukan pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase sepanjang lebih dari 273,03 kilometer yang tersebar di 2.535 lokasi serta membangun tujuh rumah pompa baru sepanjang 2025. “Dampaknya bisa dilihat berkurangnya 295 lokasi titik banjir,” kata Armuji. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.