Berkomunikasi dengan Disabilitas Rungu: Hormat lewat Cara Bicara

Yovie Wicaksono - 24 September 2025
Ilustrasi

SR, Surabaya – Tidak semua komunikasi membutuhkan suara keras. Saat berinteraksi dengan penyandang tuli atau tunarungu, sikap yang ramah dan cara bicara yang tepat bisa membuat percakapan berjalan lebih hangat. Prinsipnya: hormat lewat cara bicara.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, hal paling penting adalah eye contact (pandangan mata) saat  berbicara, pastikan wajah menghadap langsung ke mereka sehingga gerakan bibir bisa terbaca dengan jelas. Jangan menutup mulut dengan tangan atau berbicara sambil menoleh ke arah lain.

UNESCO dalam laporan Inclusive Communication menambahkan bahwa bahasa tubuh sederhana dapat memperkuat makna. Misalnya dengan menunjuk, memberi isyarat, atau menggunakan ekspresi wajah. Bila percakapan menjadi sulit, Anda bisa menuliskan pesan singkat di ponsel atau kertas sebagai alternatif.

Banyak orang mengira bahwa harus berteriak agar didengar, padahal volume suara keras justru membuat artikulasi sulit dipahami. Yang dibutuhkan adalah berbicara dengan tempo jelas dan normal. Jika lawan bicara menggunakan bahasa isyarat, usahakan untuk menghargai dengan belajar dasar-dasarnya, seperti salam atau ungkapan terima kasih.

Etika kecil ini menunjukkan bahwa komunikasi bukan hanya soal menyampaikan pesan, tapi juga soal memberi ruang yang setara. Dengan sikap sederhana tersebut, interaksi bisa lebih hangat tanpa menimbulkan rasa terpinggirkan.

Karena pada akhirnya, berbicara dengan tunarungu bukan soal keterbatasan, melainkan soal kesediaan untuk memahami. (dv/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.