Berdayakan Pemuda Disabilitas melalui Pelatihan Progresif

Yovie Wicaksono - 1 December 2020
Penutupan acara pelatihan Pro Generasi Kerja Inklusif (Progresif) di Sidoarjo, Senin (30/11/2020). Foto : (Super Radio/Diah Kurnia)

SR, Sidoarjo – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saujana bersama United States Agency for International Development (USAID) Mitra Kunci menggelar penutupan acara pelatihan Pro Generasi Kerja Inklusif (Progresif) di Sidoarjo, Senin (30/11/2020).

Kegiatan tersebut merupakan acara terakhir, setelah sebelumnya, Saujana memulai program Progresif sejak Oktober 2019 lalu.

Progresif merupakan program dari Saujana yang didukung oleh USAID Mitra Kunci yang berfokus pada pelatihan pemuda disabilitas.

Program ini bermula dari kegiatan sebelumnya, yaitu I Inklusif yang sudah terlebih dahulu dilakukan pada 2018. Namun karena I Inklusif dinilai kurang efektif, maka Saujana merancang sebuah program dengan menggandeng tiga pemeran penting. Yaitu BLK, pemuda disabilitas, dan perusahaan, hingga akhirnya tercetuslah Progresif hingga sekarang.

Progresif telah berperan untuk melakukan pelatihan pada para pemuda disabilitas, memberikan pendampingan teknis ke BLK Banyuwangi dan Sidoarjo, serta membantu pemuda disabilitas mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Pelatihan tidak hanya dilakukan di BLK, namun juga dilakukan di Saujana. Selama pandemi Covid-19, pelatihan dilakukan secara online.

Selama program berlangsung, Progresif telah berhasil melatih 150 pemuda disabilitas di Jawa Timur. Hasilnya, ada 39 persen pemuda disabilitas yang memiliki pekerjaan.

“Dari 150 orang, yang sudah bekerja ada 39 persen, penempatannya macam-macam mulai dari bekerja di minimarket, BUMN, the Able Art, Ninja Express, dan lainnya,” kata TVET Engagement Officer Progresif, Fauzia Firdanisa saat ditemui Super Radio.

Fauzia Firdanisa menambahkan, dalam perkembangannya, Saujana juga melakukan pelatihan pada BLK agar nantinya dapat melatih para disabilitas, serta gedungnya bisa diakses oleh disabilitas, dan sebagai jembatan antara BLK dengan para disabilitas untuk saling memberikan informasi bahwa kota Sidoarjo dan Surabaya telah bisa menerima pekerja disabilitas.

Fauzia berharap, hal ini akan berkelanjutan dan para disabilitas bisa bekerjasama dan bersinergi.

“Semoga semakin banyak kesempatan untuk para disabilitas dan makin banyak kerjasama terjalin antara multipihak jadi organisasi penyandang disabilitas juga aktif, perusahaan juga aktif, pemerintah juga aktif jadi mereka bisa berusaha,” ujarnya.

Sementara itu, seorang penyandang disabilitas tuli, Shella Batrisyia Lupitasari (24), membagikan pengalamannya selama mengikuti pelatihan.

“Selama pelatihan merasa nyaman, senang dan seru, sekaligus menambah wawasan. Kebetulan saya kan introvert tapi dengan adanya acara ini jadi bisa berkumpul dengan orang asing dan pribadi saya bisa berkembang, mulai berani bicara di depan orang-orang meskipun gugup, bicaranya patah-patah tapi tetap dilakukan,” ujarnya.

Sekedar informasi, turut hadir dalam penutupan ini Kepala Disnaker Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Sidoarjo, Kepala BLK Banyuwangi dan Kepala Bidang Binapenta Disnaker Provinsi Jatim. Selain itu, hadir juga secara daring USAID dan COP Mitra Kunci. (dk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.