Anomali Turunnya Hujan di Jawa Timur Masih Terjadi di Beberapa Daerah Ini
SR, Surabaya – Di penghujung bulan April, Selasa (30/4/2024) secara umum cuaca di Jawa Timur diperkirakan cerah menjurus panas dengan suhu rata-rata 24 – 34 derajad celcius dan kelembapan 70 – 90 prosen. Hanya saja anomali turunnya hujan masih berpeluang turun di beberapa daerah di Jatim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut beberapa daerah berpeluang hujan dengan intensitas ringan sampai sedang pada siang hingga sore hari, di antaranya: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Lumajang, Kabuparen Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Pamekasan.
BMKG Juanda menengarai anomali hujan di beberapa daerah di Jatim dikarenakan anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) secara spasial. Dijelaskan bahwa anomali OLR ini melintas wilayah Jatim berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif sehingga dalam kurun waktu tertentu bisa sebabkan turunnya hujan.
Selain itu, lanjut pihak BMKG, juga terjadi anomali Suhu Muka Laut (SML) yang menunjukkan nilai -1,0 s/d +2.0 di sekitar permukaan perairan Jatim. Nilai SML di Selat Madura itu menyebabkan air di wilayah itu lebih hangat dibandingkan lainnya hingga berpengaruh terhadap aktivitas penambahan massa uap air di atmosfir yang memicu awan berpotensi turun hujan.
Bagi beberapa derah yang masih kedatangan hujan, bisa segera melakukan pemanenan air di danau, embung, kolam retensi, atau penyimpanan air buatan lainnaya guna menghadapi musim kemarau yang akan menjelang.
Sejatinya Jawa Timur pada bulan April merupakan masa pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Di masa pancaroba ini BMKG mengingatkan agar warga menjaga pola hidup sehat sehubungan adanya beberarpa penyakit yang timbul di masa pancaroba seperti: demam berdarah dengue (DBD), influenza, nyeri sendi, chikungunya, asma, atau gangguan percernaan. (*/red)
Tags: anomali cuaca, bmkg juanda, Cegah Demam Berdarah, cegah influenza, pancaroba
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





