Berdamai dengan Kanker Payudara
Hidup dengan Satu Payudara

Berbeda dengan May yang memilih untuk menjalani operasi rekonstruksi payudara. Fransisca Lenny Windiarti penyintas kanker payudara asal Surabaya ini memilih hidup dengan satu payudara usai menjalani mastektomi di payudara kanannya September 2011 lalu, meskipun sempat ditawarkan untuk operasi rekonstruksi payudara.
“Saya memilih ini setelah berdiskusi dengan suami. Tidak masalah, yang penting sehat,” ujar perempuan berusia 43 tahun ini.
Saat usianya 34 tahun Lenny didiagnosa menderita kanker payudara stadium III A yang mengharuskan Lenny menjalani mastektomi. Dalam prosesnya, ia harus menjalani 6 kali kemoterapi dan 25 kali radiasi. Tahun ini, ia terakhir mengkonsumsi obat hormon dan tetap rutin periksa setahun sekali tiap bulan September.
Sama halnya dengan May, proses kemoterapi menjadi hal terberat yang harus dilaluinya. Selain rambut rontok dan kukunya yang terlihat kehitaman, Lenny menjadi pribadi yang mudah marah. Belum lagi rasa mual dan lemas selama beberapa hari pasca kemoterapi.
Lenny membutuhkan waktu satu tahun untuk bisa menerima kondisi dirinya yang harus kehilangan satu payudara dan hidup tanpa rambut di kepalanya. Tak jarang, ia mengenakan wig saat bepergian.
Perempuan yang berprofesi sebagai guru di salah satu SMP swasta di Surabaya ini pun bersyukur karena suami, keluarga, dan lingkungan terdekat yang selalu memberinya dukungan penuh, membuatnya lebih kuat dalam menjalani tiap prosesnya dan bisa bertahan hingga sekarang.
Untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko kanker kembali, Lenny membatasi konsumsi lemak dan gula yang menjadi ladang empuk bagi sel kanker.
Di tengah situasi pandemi Covid-19 ini pun, ia menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan melengkapi dirinya dengan vitamin dan suplemen sebagai penunjang daya tahan tubuh. Ia juga sudah mendapatkan dua kali vaksin Covid-19 lengkap dengan boosternya.
Tampilkan SemuaTags: Dokter Prasetyo Widhi Buwono, Hari Kanker Sedunia, Ikatan Dokter Indonesia, kanker payudara, kisah penyintas kanker payudara, operasi rekonstruksi payudara
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.




