Berdamai dengan Kanker Payudara
Perketat Prokes Saat Pandemi

Dokter Prasetyo Widhi Buwono dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, penderita kanker lebih mudah tertular COVID-19 karena daya tahan tubuh mereka lebih rendah. Bila terinfeksi COVID-19 penderita kanker berisiko mengalami gejala lebih berat hingga meninggal dunia.
Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, sebanyak 1,8% pasien terkonfirmasi positif COVID-19 mempunyai penyakit penyerta kanker dan sebanyak 0,5% pasien yang meninggal karena COVID-19 menderita kanker sebagai penyakit penyerta.
Dokter Prasetyo menganjurkan kepada penderita kanker yang terinfeksi COVID-19 untuk kontrol ke rumah sakit dan selanjutnya akan dipantau serta diberi obat-obat standar untuk COVID-19 sesuai dengan tingkat keparahan gejala. Tujuannya agar pasien selalu dalam kondisi stabil.
“Lama perawatan tergantung pada derajat COVID-nya. Yang harus diperhatikan istirahat cukup, patuhi anjuran dokter dan tidak boleh cemas,” terangnya.
Bagi yang diperbolehkan isoman, dokter Prasetyo menganjurkan mereka untuk disiplin menjalankan 6 M, memantau suhu dan saturasi oksigen secara berkala. Dan yang terpenting dalam isoman didampingi keluarga terdekat dengan orang yang sama.
Sementara untuk konsumsi obat, harus yang sudah atas rekomendasi tim medis. Dan bila diperlukan bisa konsultasi dengan telemedicine dengan tim medis rumah sakit.
Ia mengatakan, penderita kanker bisa mendapatkan vaksinasi COVID-19 untuk meningkatkan daya tahan terhadap kemungkinan infeksi. “Untuk hal ini tentunya harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.” (fos/red)
Tampilkan SemuaTags: Dokter Prasetyo Widhi Buwono, Hari Kanker Sedunia, Ikatan Dokter Indonesia, kanker payudara, kisah penyintas kanker payudara, operasi rekonstruksi payudara
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.




