Benalu Berpotensi sebagai Tanaman Obat

Yovie Wicaksono - 10 November 2019
Ilustrasi benalu teh. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Benalu merupakan kelompok tumbuhan parasit yang banyak menyerang dan merusak berbagai jenis tanaman perkebunan, tanaman perindang jalan, bahkan tanaman koleksi. Misalnya yang terdapat pada tanaman mangga, tanaman sirsat, tanaman teh, dan banyak tanaman lainnya.

Serangan tumbuhan parasit selain dapat menyebabkan kerusakan tanaman inang dalam jumlah populasi yang banyak, ia juga dapat mematikan tanaman yang diparasitinya. Oleh karena itu, benalu kerap dianggap merugikan oleh masyarakat.

Namun, melalui penelitian yang telah dilakukan dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair), Sucipto Hariyanto menyatakan, beberapa jenis dari kelompok benalu ternyata memiliki manfaat sebagai tanaman obat. Dosen bidang ilmu biologi itu menjelaskan, bagian haustorium dari tanaman benalu berpotensi sebagai obat.

“Bagian haustorium pada tanaman ini dapat bermanfaat sebagai obat. Haustorium sendiri merupakan bagian benalu yang menempel pada inangnya, bagian ini terlihat membengkak dan memiliki bentuk unik,”  jelasnya.

Ia menambahkan, di Eropa, benalu jenis Viscum album sudah sejak lama digunakan sebagai obat karena banyak mengandung senyawa aktif, seperti lectin viscotoxin, flavonoid-flavonoid, terpenoid dan alkaloid-alkaloid tertentu. Kandungan senyawa itu dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kanker.

“Senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, steroid dan kuinon yang terdapat pada ekstrak daun benalu jenis Dendropthoe pentandra dapat berperan sebagai anti mikrobia,” tuturnya.

Dari hasil penelitian diketahui, benalu teh (Scurrula oortiana) menjadi salah satu tumbuhan yang telah diajukan sebagai fitofarmaka antikanker. Benalu teh juga bermanfaat sebagai anti malaria. Selain itu, ekstrak benalu yang hidup di pohon jeruk nipis dapat dimanfaatkan sebagai obat penyakit ambien dan diare.

Tidak hanya itu, benalu kapas juga berpotensi sebagai bahan anti mikroba alami untuk pangan. Sehingga pangan yang memiliki kadar air tinggi serat dapat dikembangkan menjadi pangan fungsional.

“Namun, yang perlu diperhatikan adalah tidak semua jenis benalu dapat digunakan sebagai obat. Pengetahuan mengenai jenis-jenis benalu sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatannya,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.