BEM Muhammadiyah Tolak Penyelenggaraan Brother’s Fest 2019 di Kediri

Yovie Wicaksono - 13 July 2019
Konferensi Pers BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jawa Timur dalam menyikapi Brother's Fest 2019 di Kota Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Setelah beberapa waktu lalu muncul penolakan dari sebuah organisasi kemasyarakatan terkait rencana pelaksanaan Brother’s Fest 2019 di Kota Kediri, Jawa Timur, kali ini giliran elemen mahasiswa yang bersuara dan menyatakan sikap yang sama.

Penolakan ini disuarakan oleh elemen mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jawa Timur. Dasar dari penolakan ini, karena mereka menganggap ada indikasi acara yang dikemas dalam wujud festival keagamaan tersebut berisi paham tentang radikalisme oleh organisasi yang dilarang oleh pemerintah.

“Terindikasi bahwa dakwanya paham-paham radikalisme,” ujar Abdur selaku Kordinator, pada Jumat (12/7/2019). Lebih lanjut, Abdur mengakui jika kabar terakhir menyebutkan jika pelaksanaan kegiatan tersebut gagal diselenggarakan.

Sementara itu Kasat Intelkam  Polres Kediri Kota AKP Ponidi ketika dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan, jika pihaknya sama sekali tidak menerima surat pemberitahuan terkait kegiatan yang dimaksud. Meski demikian jauh hari sebelumnya ia sudah lebih dulu  mendengar dan mendapat informasi  bahwa kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di GOR Jaya Baya, Kota Kediri, pada 13- 14 Juli 2019.

“Surat ke saya aja belum ada, disini saya tidak ada mengatakan ijin, saya mengatakan bahwa kegiatan itu tidak ada. Saya anggap kegiatan itu tidak ada, karena saya sudah jauh-jauh sudah tahu kegiatan itu.  Makanya saya antisipasi duluan,” ujar AKP Ponidi yang mengaku tidak menerima sama sekali surat pemberitahuan terkait rencana  kegiatan itu.

Ditambahkan AKP Ponidi, sikap penolakan terkait kegiatan tersebut  juga disuarakan oleh Ansor, Banser dan elemen masyarakat lainnya. Disamping itu,  AKP Ponidi juga mengajak dan mengimbau  semua elemen masyarakat di Kediri untuk bersama-sama saling menjaga kondusifitas pasca Pileg dan  Pilpres 2019 lalu.

“Ayo kita sama-sama menjaga kondusifitas, pasca Pileg dan Pilpres ini. Intinya itu, tidak dilaksanakanya bukan karena ijin, karena menjaga kondusifitas pasca Pileg dan Pilpres intinya itu,” tandasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.